Proyek Jalan Frontage Ahmad Yani Sisi Timur, Ruas BRI–Siwalankerto
SURABAYA(suara-publik.com)-Saluran dipermak dengan struktur permanen, tidak menunjukkan struktur pekerjaan sesuai dengan Design gambar perencanaan yang diharuskan. Malah sebaliknya, kondisinya makin amburadul.
Terbukti di lapangan, pemasangan Beton Precast U-Gutter (buatan pabrik), dipasang dengan kontur dan elevasisaluran, yang akan menampung debit air pada ambang maksimal, di musim penghujan nantinya.
Selain itu, urutan pekerjaan secara permanen dan benar telah diabaikan oleh kontraktor, atau memang kontraktor tidak pernah faham bagaimana pekerjaan dengan struktur teknik kekuatan yang mengacu kepada bestek, spesifikasi mutu bahan, dan volume nilai satuan pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). Hanya asal bekerja, lemahnya pengawasan, hanya mengambil keuntungan dari nilaipenyerapan Anggaran APBD TA.2013.
Beberapa item penyimpangan langkah kerjayang terpantau oleh wartawan di lapangan, diantaranya, galian ukuran saluran yang direncanakan sebagai lubang peletakan beton precast, pada dasar saluran tak direncanakan lantai kerja dengan urugan sirtu dan pemadatan dan perkerasan lantai kerja juga dilaksanakannya beton rabbat tanpa tulangan setebal 10 Centi meter, sebagai tatakan peletakan beton precast U-Gutter, agar dapat direncanakan kemiringan saluran dengan kontur saluran yang disyaratkan.
Hal yang sama tampak di lapangan, saat diletakannya beton precast, tidak terpasang rapat, tidak rata, dengan kontur tidak rata. Air dalam saluran saat galian tidak dikeringkan terlebih dahulu, yang seharusnya dipompa keluar dari saluran dengan kondisi yang kering.
Kondisi beton saluran yang renggang, hanya ditutup dengan urugan tanah bekas galian, yang berjenis lumpur, bukan yang seharusnya juga pada urug tanah kembali pada sisi celah bekas galian tanah, harusnya diurug dengan tanah sirtu (pasir batu), agar pendapatkan pemadatan dan perkerasan tanah pada tepi saluran. Tutup plat beton pada saluran terjadi pasangan yang naik turun, tidak rata.
Proyek saluran dengan finishing nantinya berbentuk Pedestrian. Juga tampak rabbatan beton lantai pedestrian dengan ketebalan beton yang kurang dari ketentuan, yaitu dengan ketebalan 30 Centi meter juga disangsikan pada jenis beton rabbat, apakah memiliki Karakteristik Beton K225 (sesuai standar beton yang disyaratkan).
Perencanaan Curbing sebagai bak Control pada saluran juga tidak dikerjakan dengan standar dan benar.
Dari pantauan Suara Publik terkait hasil pekerjaan yang ada, akan mempengaruhi hasil maksimal yang diharapkan, yang didapat hanya penyerapan Anggaran APBD 2013 yang sia-sia (Muspro) saja.
Rangkaian paket pekerjaan, yang juga pembuatan jalan baru Kolektor di sepanjang saluran yang dikerjakan, masih tampak penyimpangan pada gelaran urugan Sirtu pada jalan kolektor yang direncanakan, disangsikan ketebalan urugan sirtu, pemadatan ATB aspal yang digelar sebagai lapisan Agregat perkerasan jalan, yang seharusnya memiliki lapisan aspal yang benar, tidak rusak sebelum pekerjaan tersebut diserah terimakan.
Sampai berita ini diturunkan, Kepala Bidang jalan Dan jembatan, Ir. Sugeng Wibowo, MM, belum dapat memberikan penjelasan terkait hasil pekerjaan yang masih dibawah standar dan lemahnya teknik Pengawasan yang dilakukan di lapangan saat penggarapan.
Sekedar diketahui, paket proyek“Jalan Baru Kolektor, Jalan Frontage Ahmad Yani sisi Timur ruas BRI–Siwalankerto,”Dalam naungan Dinas PU. Bina Marga Dan Pematusan (DPUBMP), dengan nilai kontrak,Rp. 13.142.935.000,00- tendernya dimenankan PT. Putra Negara.
Proyek yang akan selesai ini, masih dalam pantauan Suara Publik, dalam pelaksanaannya, sampai dengan masa pemeliharaan 180 hari, sampai dengan terbayar lunas nantinya. (sw) Keterangan foto :
Tampak dari hasilsaluran pada pedestrian dan jalan baru, belum memiliki struktur pekerjaan teknik yang diharapkan dan disyaratkan. (sw).
Editor : Pak RW