suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Beton Balok Proyek Milyaran Tidak Sesuai Standar

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Pembangunan Gedung Sekolahan SDN Benowo I No. 124

 

SURABAYA(suara-publik.com)-Proyek Pembangunan Gedung Sekolahan SDN Benowo I/124, menyerap anggaran APBD TA. 2013. Pemenangnya CV. Mawar Merah, dengan nilai  Rp. 1.114.746.000,-. Ironisnya, proyek tersebut sampai sekarang lolos pengawasan. Padahal, struktur beton bertulang jauh di bawah standar.

Gedung SDN sekolahan bertingkat yang dikerjakan (seperti SDN Benowo), seharusnya memiliki kekuatan yang ganda terhadap kekuatan gedung itu sendiri, maupun menahan kekuatan beban hidup dan beban mati, berdasarkan sifat beton bertulang yang disyaratkan.

Namun tidak berlaku untuk pelaksanaan yang dikerjakan dari struktur gedung permanen yang kekuatannya menggunakan karakteristik beton bertulang yang bermutu dan berstandar.

Pantuan suara-publik.com (SuaraPublik Grup) beton kolom utama didapat pada penampang permukaan, saat dilepas begesting tampak dengan hasil keropos berlubang, terlihat besi tulangan dalam,tidak memperhitungkan tebal selimut beton untuk membungkus besi di dalamnya.

Sebenarnya tebal selimut beton sebagai pembungkus telah diatur, namun dilanggar oleh kontraktor untuk mengeruk keuntungan lebih, tanpa memikirkan kekuatan struktur gedung yang dikerjakan.

Demikian pula dengan penampang lantai dek beton lantai dua, tampak keropos berpori besar. Hal tersebut dikarenakan, komposisi campuran yang ngawur (tidak sesuai bestek), sehingga semua pekerjaan yang dilanggar dalam spesifikasi mutu bahan dan langkah kerja, akan menuai kerugian dalam kekuatan gedung tersebut, dan dalam penyerapan anggaran APBDTA.2013 yang akan sia-sia nantinya.

Tidak hanya itu, campuran spesifikasi pembandingan luluh beton yang tampak di lapangan terjadi penyusutan volume, yang seharusnya memiliki perbandingan 1 : 2 : 3 (1 zak semen : 2 ukuran kotakpasir : 3 ukuran kotak Tinslah (kerikil)). Campuran tersebut berlaku untuk beton standar sebagai penahan kekuatan struktur gedung permanen.

Sementara di lapangan yang tampak masih di bawah standar, hal ini akan sangat mempengaruhi kekuatan gedung nantinya.

Begesting beton bertulang (cetakan beton) hanya memiliki mutu kayu atau penyekat yang tidak sesuai mutu yang disyaratkan. Begitu pula dengan jumlah paku yang digunakan tidak rapat, sehingga akan pengaruh dari kekuatan penahan cetakan agar tidak menggelembung dari ukuran beton yang dianjurkan. Jika alat penggetar saat pengecoran (Vibrator), begesting yang tidak memliki mutu akan lepas dan tidak akan padat saat pengecoran.

Apalagi karakteristik beton juga ikut disusutkan volumenya, tidak akan mendapatkan beton bertulang yang kuat dan berstandar.

Lilik Arijanto, ST., MT, selaku Pimpro, sekaligus sebagai Kepala Bidang Dinas Cipta Karya Dan Tata Ruang (DCKTTR)Pemkot Surabaya, sulit ditemui dengan alasan tidak jelas. (sw).

 

Keterangan foto :

Penampang beton kolom utama, tampak keropos terlihat besi tulangan, tanpa perhatikan tebal selimut beton, namun diabaikan kekuatannya, tetap difinishing, beton struktur gedung disangsi. (sw).

 

 

Editor :