SURABAYA(suara-publik.com)-Proyek Pedestrian di jalan Sulawesi, tepatnya di pertigaan Biliton s/d Haryono Travel, ditengarai asal pasang. Selain itu, banyak kesalahan dalam pengerjaan proyek yang dimenangkan oleh PT. Media Cipta Perkasa, yang dimulai sejak 31 Mei hingga 21 November 2013 (180 hari kerja dan 180 hari masa pemeliharaan).
Kesalahan itu seperti, peningkatan mutu struktur bangunan saluran yang dikerjakan lebih permanen, tak pernah tampak maksimal. Yang ada hanyalah pekerjaan proyek saluran yang dikerjakan asal-asalan dengan hasil amburadul.
Tidak jauh berbedah dengan pantauan Suara Publik di lapangan terkait pekerjaan Proyek “Pedestrian dengan saluran U-Gutter+Curbing+Wiremesh U-50“. Beberapa hasil pekerjaan yang ada, masih jauh menyimpang dari spesifikasi sestek dan mutu material yang telah direncanakan dan disyaratkan.
Beberapa item langkah kerja yang seharusnya dikerjakan dengan benar, diantaranya galian tanah untuk saluran dengan volume galian yang berbeda, agar mendapatkan lubang letak beton precast U-Gutter nantinya.
Selain itu, pada saat pemasangan beton precast, elevasi kemiringannya, sampai dengan pemasangan tutup beton plat, yang nantinya akan dilanjutkan dengan pekerjaan rabbat beton, sebagai fungsi lantai trotoar, serta Curbing bak kontrol yang juga harus diperhatikan dengan mekanisme pemasangan yang benar.
Investigasi suara-publik.com (SuaraPublik Grup) menyebutkan, saat pemasangan beton precast, tidak diawali dengan pekerjaan lantai kerja, dengan urugan sirtu dan lantai kerja rabbat lantai tanpa tulangan setebal 10 Centimeter. Yang tampak di lapangan hanya pemasangan dalam kondisi terdapat genagan air dalam saluran, yang tidak terlebih dahulu dikuras atau dipompa keluar dari pelaksanaan saluran, pada saat pemasangan betonprecast U-Gutter dalam saluran.
Dan tampak pula tidak direncanakannya elevasi kemiringan saluran sampai toleransi 2 persen, sehingga pada permukaan saluran, U-gutter terlihat naik turun bergelombang, pada saat ditutup dengan Beton plat. Juga pada sambungan U-gutter tidak rapat, terdapat rongga yang hanya disambung dengan material seadanya, terdiri dari kayu-kayu yang diselipkan dan seenaknya disemen biasa, nantinya tidak akan memiliki kekuatan sambungan beton yang maksimal.
Dan yang perlu diperhatikan pula, mutu beton precast yang ada di lapangan, memiliki kualitas yang rendah. Hal tersebut terbukti dari beton yang telah gupil, grepes, dan pecah-pecah. Sedangkan dalam kontrak,kontraktor telah diberikan referensi material yang harus diorder dengan standar yang bermutu pula.
Karakteristik beton yang digunakan memiliki tes tekan hancur beton K225. Namun hal itu tidak dilakukan oleh kontraktor pelaksana, dan sangat lemahnya pengawasan dari Dinas PU. Bina Marga Dan Pematusan (DPUBMP) Pemkot Surabaya.
Demikian halnya dengan sambungan R pada saluran belokan jalan, tidak dikerjakan dengan benar, hanya dibuatkan tutup beton. Namun beton saluran dikerjakan manual dengan material yang amburadul dan asal-asalan.
Semuanya telah menunjukan kegagalan proyek tersebut pada langkah kerja dan Bestek yang telah ditentukan dan telah pula disyaratkan. Beberapa item penyimpangan dalam pelaksanaan yang ada, akan berakibat fungsi saluran permanen nantinya tidak akan maksimal.
Justru sebaliknya, saluran tersebut akan terkendala untuk menampung debit air pada ambang batas maksimal, apalagi saat menghadapi musim penghujan.
Hingga kini, Kepala Bidang (kabid) Jalan Dan Jembatan, Ir. Sugeng Wibowo, MM, belum dapat memberikan penjelasan terkait penyimpangan yang terjadi di lapangan. (sw).
Keterangan foto :
Sambungan beton precast U-gutter pada belokan R, tidak dikerjakan dengan beton precast usia beton yang sama, tampak genangan air dalam saluran, tidak dikerjakan struktur lantai kerja pada beton dasar pada saluran. (sw).
Editor : Pak RW