suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Rampung Dikerjakan, Timbul Kerusakan Permanen Merata

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
SURABAYA(suara-publik.com)-Kepala Bidang (Kabid) Dinas Cipta Karya Dan Tata Ruang (DCKDTR), Pemkot Surabaya, Lilik Arijanto, cST.,MT, memang keterlaluan. Hingga kini ia enggan dikonfirmasi terkait pembangunan Gedung Pasar Gunung Anyar. Meski pembangunan gedung dari anggaran APBD 2012 tersebut telah rampung dikerjakan, namun kerusakan gedung secara permanen terdapat di berbagai bidang bangunan.

Pada pembangunan gedung Pasar Gunung Anyar yang sempat dilaksanakan dengan dua periode tahun anggaran 2011 dan tahun anggaran 2012, terdapat beberapa hasil pekerjaan yang tampak dilapangan antara lain, tidak memiliki spesifikasi mutu bahan/material, kebenaran dari aturan langkah kerja yang disyaratkan, sepertihalnya pada pekerjaan beton bertulang untuk kekuatan struktur gedung, baik pada pondasi atau pada pekerjaan pasangan tembok beserta tahap finishing yang belepotan dan amburadul.

Perlu diketahui, suatu gedung yang dibangun menggunakan material bersifat permanen, seperti pada struktur penahan gedung menggunakan beton bertulang yang disesuaikan dengan tingkat kekuatan gedung yang telah dihitung dengan suatu perencanaan yang matang.

Sementara kontraktor berdalih, karena rendahnya nilai kontrak yang diterimanya, pada saat penawaran yang dilakukan, pada pembangunan gedung Pasar Gunung Anyar di tahun penyerapan anggaran 2011, dari harga HPS. Rp. 1.562.547.891,00. Kontaraktor lakukan penawaran dalam lelang senilai Rp.885.777.178,00, atau sebesar nilai pelaksanaan hanya 56 persen, yang saat itu dikerjakan oleh pemenang tender CV. Makmur Jaya.

Demikian halnya yang terjadipada kontraktor yang mengerjakan pada tahap kedua TA.2012, dari nilai HPS(Harga Perkiraan Sementara) Rp.2.109.512.000,00, dan Kontraktor lakukan penawaran jauh daristandar yang diaturnya itu senilai Rp.1.652.974.256,00, atau sekitar 78 persen nilai yang dipaksakan untuk dikerjakan dengan benar. Dapat dipastikan, rentannya hasil yang didapat karena nilai kontrak yang juga tak memadai untuk mendekati standarnya.

Pantauan suara-publik.com (Suara Publik Grup) di lapangan, pada pelaksanaan dan hasil yang didapat, beberapa tembok pada gedung di segala ruangan, terjadi retak rambut sampai retak tembok mengangah (permanen emergency dalam kerusakannya).

Pekerjaan plesteran dan acian pada tembok yang asal-asalan pada campuran luluh (spasi) dan tebal plesteran tidak mengacuh bestek yang ditentukan. Selain itu, terdapat pula rembesan air pada tembok, yang berasal dari lantai di atasnya. Hal tersebut karena struktur beton bertulang lantai dek  yang tak memiliki kekuatan karakteristik beton yang diatur K225, atau saat pengecoran terdapat usia beton yang berbeda. Sehingga, membentuk pori-pori yang akan merembesnya air ke lantai di bawahnya.

Yang tampak mencolok pula, padahasil KM/WC belum tuntas dan salah dari fungsi yang dikerjakan, Closed tidak memiliki pekerjaan yang benar, dan keramik dinding dan lantai juga dikerjakan asal-asalan pula.

Apakah nantinya kerusakan-kerusakan yang terdapat, masih akan dilakukan perbaikan, walaupun gedung yang permanen tersebut sangat sulit jika dilakukan perbaikan yang bersifat telah jadi secara permanen? (sw).

 

KeteranganFoto :

Rentannya hasil pembangunan gedung yang ada, Gedung telah berfungsi, namun beberapa item pekerjaan, dikerjakan masih salahi bestek dan perencanaannya. (sw).

 

 

 

Editor :