Malang, suara-publik.com – Kedua kalinya Sekolah Budaya Tunggulwulung (SBT) yang beralamatkan di Jalan Sasando, N.9,Tunggulwulung,Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang menggelar Ngangsu Kawruh dalam tema (Kegiatan belajar pengetahuan) di saat New Normal dan tatanan kehidupan baru.
Masih sama dengan tema pada dua pekan lalu yakni, mengupas rempah-rempah.
Berada di ruang pertemuan yang begitu penuh kekeluargaan, materi dipaparkan dengan begitu lugas dan banyak tata cara pengetahuan. “Arti dalam membudayakan rempah-rempah berarti kita telah menguri-uri budaya dimana rempah-rempah ini salah satu dari bagian kebudayaan,” Tutur Eko Mardiono selaku pemateri dihadapan para peserta diskusi. Selasa (23/6/2020).
Masih menurut, pria yang berdomisili di Sukun ini bahwa, jamu rempah-rempah ini bagian dari memiliki filosofi yang berasal dari kata jampi dan usaha yang berarti doa guna kesehatan.
Hal itu, untuk mendongkrak keeksisan jamu harus di dasari oleh 5 pilar yakni Pemerintah, akademisi, pebisnis, pemodal dan masyarakat umum. Dari 5 pilar ini harus saling bersinergi agar supaya jamu atau jampi tersebut dapat bisa tetap bertahan selamanya.
Lebih meluas lagi yaitu ada tanaman herbal yakni tanaman atau tumbuhan yang mempunyai nilai atau mengandung zat aktif yang dapat berguna untuk pengobatan.
Beraneka ragam termasuk tanaman herbal yang terdapat sekitar 1304. Seperti pada pete, kelor, pecut kuda, sambiloto bahkan pada buah dan sayuran yang bermanfaat untuk pengobatan dapat disebut herbal.
Patut disayangkan sajian dari produk herbal maupun jamu masih kurang diminati jika dibandingkan dengan kopi.
Perlu adanya strategi sehingga jamu dan produk herbal lainnya dapat dikemas sesuai permintaan pasar.
Menariknya, pada kandungan tanaman herbal mengandung unsur-unsur energi seperti air, kayu, tanah dan api. Pada unsur-unsur tersebut ternyata dapat menyiratkan kepribadian dan penyakit apa yang dapat diobati.
Dalam diskusi ini semakin seru, dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengingatkan pengetahuan lebih luas. Sehingga ada istilah homeo statis tubuh, yakni sistem yang ada di tubuh kita yang menjaga keseimbangan fisiologis dan kontrol organ.
Bertemakan New Normal Ngangsu Kawruh yang diselenggarakan Sekolah Budaya Tunggulwulung ( SBT) patut diapresiasi.
Selain itu juga menambah pengetahuan dan memberikan kemanfaatan untuk di junjung tinggi nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Harapan dalam kegiatan ini dapat terus berkelanjutan dan bermotivasi guna saling menghormati budaya yang ada di sekitar kita. Reporter : Ahmad Saifudin
Editor : Redaksi