Surabaya, suara-publik.com - Surabaya dalam membentuk Kampung Tangguh Semeru, membuahkan hasil. Banyak pasien sembuh dan orang dalam pemantauan(ODP) serta pasien dalam pemantauan(PDP) dinyatakan negativ hasil test swabnya.
Di Kecamatan Sawahan yang dipimpin langsung oleh Camat M. Yunus kerja bareng dengan Danramil dan Kapolsek membentuk kampung tangguh disetiap wilayah RW. Staf Kecamatan, Satpol PP, Kepala Puskesmas, Lurah, Babinsa serta Bhabinkamtibmas bekerja siang malam guna memutus mata rantai penyeberan covid-19.
Kerja keras Muspika Sawahan yang didukung tokoh masyarakat/agama serta pengurus RT-RW kini terlihat membuahkan hasil. Jumlah warga yang terpapar covid-19 banyak yang sembuh. Sementara ODP, PDP dan OTG juga statusnya negativ setelah beberapa kali menjalani test Swab.
Sebelumnya berhasil menurunkan jumlah warga terpapar covid-19. Pihak Muspika sempat kelabakan menjawab komplain pengurus kampung tangguh. Dimana web Wani Lawan Covid datanya kurang akurat dan menyusahkan RT RW dalam menjawab protes warga yang merasa tidak terpapar.
Namun para pejabat teras Muspika dan Kepala Puskesmas berbesar hati dan sabar dalam menjawab komplain pengurus Kampung Tangguh di group WA sekecamatan Sawahan. Kesabaran dan keuletan Muspika pun membuahkan hasil.
Hasil itu terlihat disalah satu RW di Kelurahan Kupang Krajan. Kusworo Ketua RW 3 Kupang Krajan Kecamatan Sawahan menyatakan. Warga saya awalnya 7 orang positif atau terkonfirm covid saat deklarasi Kampung Tangguh. Seiring berjalannya waktu 21 orang terconfirm dan ODP. PDP. OTG. ODR lebih dari 50 orang. Dan itu meningkat terus hingga total 91 kasus di wilayah RW 3 ini, papar Kusworo.
"Sebagai Ketua RW saya harus menjalankan petunjuk dari Muspika yamg dipimpin pak Camat. Mulai karang taruna tomas toga dan pkk bergerak bersama tapi bekerja secara diam-diam/silent mengunjungi dan memberi motivasi warga untuk tetap semangat melawan covid dengan mematuhi protap lawan covid. Pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan dan jangan panik bila ada anggota yang terpapar" tambahnya.
Hasil dari petunjuk pak Camat, kini warga saya yang masuk daftar di web lawan covid milik pemerintah tinggal 11 orang. Itupun yang 2 orang ODP, 2 PDP Menggal. 1 PDP Perawatan. 1 PDP Sembuh. 3 Confirm. Sisanya 2 orang masuk kategori Kontak Investigasi, jelas Kusworo.
Kami bekerja secara tersembunyi agar tidak membuat panik warga berhasil menekan penularan covid19. RW-RW lain yang bekerja dengan terbuka, menjaga wilayah dengan baik, sosialisasi dengan menggunakan toa megapon atau toa genggam pasti hasilnya lebih baik lagi. Semua itu kerjabareng Muspika dan semua elemen warga.(red).
Editor : Redaksi