suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Hidup Sebatangkara, Mak Suk Perlu Perhatian Dari Dinsos Banyuwangi

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto: Rumah yang dihuni Mak Suk.
Foto: Rumah yang dihuni Mak Suk.

Banyuwangi, suara-publik.com - Setelah mendapat informasi dan laporan adanya seorang Nenek tua yang sebatang kara, tanpa diketahui asal usul dan keluarganya, team Media langsung mendatangi kediaman nenek tersebut.

Nenek yang bernama Suaina atau biasa dipanggil Mak Suk, tinggal seorang diri di sebuah Gang yang dialih fungsikan menjadi tempat tinggal Mak Suk, kamis (16/07/2020), Jam 10.00 WIB. Mak Suk tepatnya tinggal di RT 03 – RW 02, Lingkungan Kerobokan, Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan/ Kabupaten Banyuwangi. Provinsi Jawa Timur.

Mak Suk yang berusia 79 tahun, menghabiskan kesehariannya dengan berbaring dan hanya berharap bantuan dari tetangganya. Dia tidak mampu beraktifitas lagi, karena penurunan fisiknya.

Sehari-harinya hanya mengharapkan belas kasihan dari orang lain untuk menyambung hidup.

Selama ini Mak Suk di rawat oleh salah satu warga daerah setempat, Inul Sri Rahayu yang tidak memiliki hubungan apapun dengan Mak Suk, namun kini Inul kebingungan terkait perawatan Mak Suk kedepannya, karena dia juga harus mengurusi anak-anaknya yang masih balita.

“Kalau untuk masalah makan minum, mungkin kami masih sanggup untuk menangani, tapi untuk pemberian sanitasinya juga berharap kepada pihak terkait untuk membantunya, apalagi saya juga masih mengurusi anak saya yang masih bayi,” Terang Inul Sri Rahayu.

Inul berharap pihak pemerintah , khususnya Pemerintahan Kelurahan Mandar dan pihak Dinas Sosial mampu mengatasi persoalan tersebut.

Katiman, Ketua RW 02 mengatakan, bahwa sebenarnya Mak Suk harus diberikan tempat yang layak dan juga dapat bantuan dari pihat terkait, “Saya berharap kepada pihak terkait, supaya hunian untuk Mak Suk ini diberikan tempat yang layak, karena saya kasihan dengan beliaunya, apa lagi warga kami yang keseharianya berdampingan dengan Mak Suk, juga merasa kasihan,” Ujar Katiman penuh harap.

Ditempat terpisah Ketua RT 03 – RW 02, Lingkungan Kerobokan, Abdul Ajis menerangkan kalau Mak Suk itu tiap bulannya mendapatkan Bantuan Dhuafa. “Tiap bulannya memang bener saya sendiri yang mengantarkan bantuan tersebut, cuman saya ngasihkan bantuan itu melalu Mbak Inul, karena Mbak Inul yang ngerawat, memandikan dan lain sebagainya,” Terang Abdul Ajis.

Sementara Bidan Artin yang merupakan Bidan Paramedis di Puskesmas Pembantu (Pustu) Kelurahan Kampungmandar, juga ikut memantau kondisi kesehatan Mak Suk mengatakan, “Bahwa kondisi Mak Suk menurun sudah kurang lebih 6 bulan belakang.

Seperti pikun, susah menggerakkan anggota tubuhnya dan juga penurunan penglihatan dan fungsi pendengaran,” Paparnya.

“Kami ini pak, dari pihak Pustu sudah melakukan tindakan, termasuk pemberian Pempers, dan pakaian yang layak,” Pungkas Artin.

Editor :