suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Pengadaan Penerangan Jalan Klothok-Babatan Tidak Transparan, Warga Mengeluh Galiannya Dibuang ke Sawah.

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

Gresik, suara-publik.com - Banyak cara yang dilakukan oleh kontraktor atau pemenang lelang nakal untuk mengelabuhi masyarakat dalam mengawasi setiap pekerjaan yang dibiayai menggunakan uang negara.

Diantaranya mereka enggan memasang banner kegiatan dengan dalih yang beragam. Salah satu yang tidak mau transparan adalah PT.Tri Media Elektrik.

Kontraktor yang mengerjakan pengadaan penerangan lampu jalan antara desa Klotok - Babatan Kecamatan Balongpanggang - Gresik ini, tidak mau menyebutkan nilai kontrak yang dikerjakannya.

Banner kegiatan ada, namun nilai kontraknya tidak dicantumkan dalam banner. Sehingga membuat masyarakat bertanya tanya. "Masa tidak ada, saya tidak memeriksanya. Saya hanya pesan banner dan menyuruh orang memasangnya saja, tidak tahu kalau tidak ada nilai kontraknya," kilah Kusriyono selaku pemilik PT. Tri Media Elektrik saat di hubungi melalui telepon selulernya, Senin, 27/2020.

Padahal, transparansi anggaran sudah menjadi keharusan dilaksanakan pemerintah dalam menjalankan program kerjanya.

Pemasangan banner kegiatan ini di pasang sejak awal sampai akhirnya sebuah proyek yang dilaksanakan pemerintah. Mulai dari perencanaan, pemenang lelang, nilai kontrak, lama pengerjaan, jumlah anggaran, sampai pelaksanaan proyek.

Aturan tersebut sudah jelas tertera dalam UU No. 14 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Selain itu, aturan pemasangan papan proyek juga diatur dalam Kepres No. 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, agar masyarakat mudah dalam melakukan pengawasan terhadap proyek yang sedang dikerjakan.

Bukan hanya tidak transparan, proyek pengadaan penerangan jalan yang di kerjakan PT. Tri Media Elektrik yang beralamat di jl. Veteran Kecamatan Kebomas - Gresik ini juga sangat dikeluhkan warga.

Keluhan warga tersebut sangat beralasan dikarenakan tanah dan batu bekas galian di buang ke sawah warga. Banyak juga batu dan tanah yang menumpuk di lokasi proyek.

"Bekas galiannya dibuang sembarangan, lihat saja mas," ungkap karmono sambil menunjukkan tanah yang berserakan di sawah kepada suara-publik.com.

Lanjut Karmono, seharusnya proyek pemerintah itu untuk kesejahteraan masyarakat. Tidak malah membuat warga jengkel seperti ini. "Kalau seperti ini, kasihan warga seperti saya yang terkena imbas dari proyek penerangan jalan ini," pungkasnya kesal.(im)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper