Banyuwangi.Suara Publik.Com – Program Rantang Kasih yang dibangga-banggakan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas untuk membantu memuliakan kehidupan warga lanjut usia (Lansia) miskin dengan anggaran tahap awal yang dialokasikan sekitar Rp. 5,5 Miliar untuk 1000 Lansia dan akan terus bertambah dengan makanan yang diberikan sesuai gizi seimbang yang disupervisi Dinas Kesehatan.
Rantang kasih adalah pemberian makanan kepada Lansia miskin yang hidup sebatang kara tanpa ada mata pencarian tetap, namun kenyataan dilapangan berbicara lain, seperti yang diterima oleh Mak Suaina atau lebih dikenal dengan panggilan Mak Suk, Mak Suk hanya menerima uang sebesar Rp. 380 ribu tiap bulannya, dan pemberian terakhir yang diterima oleh Mak Suk akhir Juni 2020.
Hal tersebut disampaikan oleh Inul Sri Rahayu dan Suaminya Marzuki Arief yang selama ini merawat Mak Suk. Anggota Media, MTI & Germak Tinjau Tempat Mak Suk DI Malam Hari" “Untuk Rantang Kasih kami terima dalam bentuk uang Rp. 380 ribu perbulannya, terakhir kami terima akhir Juni, tapi untuk bulan Juli kami belum terima,” Terang Marzuki Arief kepada Media yang melakukan investigasi langsung ke kediamannya, Rabu (15/07/2020).
Marzuki melanjutkan, “Kalau masalah makan, kami masih mampu, tapi yang menjadi masalah adalah kesehatan Mak Suk,” Imbuh Haqi, panggilan akrab Marzuki Arief.
Di Dalam Ruangan Mak Suk, Kamar Mandi dan WC, Juga Tempat Bermain Tikus" Dalam pantauan rekan rekan Media disebelah barat tempat tidur Mak Suk ada ‘Kandang Pemotongan Ayam Potong’ yang baunya sangat menyengat, apakah sudah ada Izinnya?. Apakah baik bagi kesehatan warga sekitar, khususnya Mak Suk..?
Seperti yang diberitakan sebelumnya, jika Mak Suk yang sudah berusia 79 tahun, yang hidup sebatang kara tanpa sanak keluarga harus tinggal di Gang sempit di Lingkungan Kerobokan, Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan/ Kabupaten Banyuwangi, tanpa penerangan (hanya pantulan dari lampu tetangga) dan dengan tempat tidur dari dipan kayu, harus hidup dari bantuan para tetangganya dan Dhuafa.
Menurut Marzuki Arief Kepala Kelurahan Kampung Mandar, Dwi Sasongko memang sering control atau datang untuk melihat keadaan Mak Suk, bahkan setelah berita Media kemarin, Lurah Kampung Mandar pagi tadi sempat mendatangi tempat tinggal Mak Suk, Rabu (15/07/2020), namun tidak ada tindakan apapun yang dilakukan untuk bisa memberikan kepedulian kepada Mak Suk.
Kami sempat mendatangi Dukcapil dan Kecamatan Banyuwangi untuk mengetahui history dan silsilah keluarga dari Mak Su, namun terputus dan tak membuahkan hasil. team sempat mengkonfirmasikan hal tersebut kepada PLT Kepala Dinas Sosial Banyuwangi, Lukman Hakim dan mendapatkan jawaban, “Akan kita TL (Tinjau Lapangan) bersama Tim Kecamatan dan Kelurahan Bapak. Besuk kita cek lokasi,” Jawab Lukman melalui pesan WhatAppnya, Rabu (15/07/2020).
Team Media mencoba menemui Kepala Kelurahan Kampung Mandar untuk klarifikasi, namun yang bersangkutan sedang keluar.
Menurut Informasi, Bupati Anas pernah mendatangi tempat dan melihat keadaan Mak Suk, kebetulan saat itu juga bersamaan dengan kedatang Prof. Rheinal Kasali, tapi juga tidak ada tindakan apapun yang dilakukan Bupati.
Apakah Anas memang sengaja ingin mengunjungi Mak Suk atau hanya karena adanya Prof. Rheinald Kasali yang kebetulan datang ke Banyuwangi..? Hanya Anas dan Tuhan sajalah yang tahu.
Ternyata ‘Program Rantang Kasih’ yang dibangga-banggakan Bupati Abdullah Azawar Anas adalah ‘Rantang Kasih Yang Tak Sampai’ untuk Mak Suk. Bersambung (Team )
Editor : Redaksi