suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Gunakan Elly Sugigi Sebagai Endorse Arisan Abal-Abal, Veni Putri Dijerat Undang-Undang ITE.

avatar suara-publik.com
Foto: Persidangan Terdakwa UU ITE Veni Putri secara online.
Foto: Persidangan Terdakwa UU ITE Veni Putri secara online.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara-publik - Sidang dengan perkara penipuan berkedok arisan secara online, dengan terdakwa Veni Putri Inda Wari, digelar diruang Garuda 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (24/09/2020).

Sidang dengan agenda menghadirkan dua saksi jasa endorse dengan orang lain yaitu Rosa Meldianti, Elly Suhari Alias Elly Sugigi, Namun tidak dapat hadir, sehingga dengan persetujuan terdakwa Veni, kedua saksi dalam berkas dapat dibacakan dipersidangan.

Usai pembacaan keterangan saksi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nanik Prihandini,SH dari Kejati Jatim.

Agenda sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap terdakwa Veni Putri Inda Wari, Terdakwa menerangkan bahwa Awal mulanya hanya arisan online dengan teman teman yang kenal saja, arisan online itu agar banyak pesertanya saya pakai jasa endorse.

Endorsenya di bayar, ada yg 3 juta ada yg 1,5 juta.

Terdakwa menjelaskan kalau dirinya berasal dari Aceh, dan korban yang melaporkan bertempat tinggal di surabaya.

Terdakwa Venni merasa bersalah "Saya salah bu" , mungkin pada saat itu saya ada masalah, saya lupa membayarkan uang arisannya, yang sudah tepat waktunya.

Terdakwa mengatakan Arisannya sudah berjalan sejak bulan november 2018, Yang belum dibayar tiga orang, dengan nilai 11 juta, yang satu 11, 7, 12, juta.

Akun terdakwa yakni cintaputri021510. Diketahui, bahwa ia terdakwa Veni Putri Inda Wari pada bulan Januari 2020, Bertempat di Bulak Rukem Timur 1-M/12-B RT.001 RW.007 Desa Bulak Kec. Bulak Kota Surabaya Dengan sengaja tanpa hak melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan informasi Elektronik dengan tujuan agar informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolah olah data yang outentik.

Bahwa sekitar bulan Oktober 2019 terdakwa mengadakan kegiatan arisan on line dengan nama Cinta Putri, menggunakan HP, dengan peserta antara lain Lia Fitriana dan Ovvy Lusiana Devi.

Dalam penawaran terdakwa menggunakan media Instragram dengan nama Akun @cintaputri021510 dengan link https://intstagram.com/cintaputri021510?igshid=1776mgvdt0sge dan menggunakan media Whats App nomor 081361181758 dengan pengikut /follower sebanyak 4300.

Terdakwa juga menggunakan jasa endorse dengan orang lain yaitu Rosa Meldianti, Elly Suhari Alias Elly Sugigi, Idris Alias Melly Bradley, Irpansyah Alias Irvan Sebastian, Nanda Sukmah, Anita Tlb dan Tiara Berbie.

Jasa endorse kepada Rosa Meldianti diunggah/diposting sebanyak 2 kali pertama pada bulan Nopember 2019, kata kata : “hallo buat kalian yang mau nabung yang mau modal kalian follow cintaputri021510 Arisan amanah karena owner ibu persit dsana lagi banyak slot besar besaran mulai dari 20 50 sampai 100” dengan biaya Rp.2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah).

Dan kedua pada bulan Januari 2020 dengan menggunakan kata kata “hallo buat kalian yang mau nabung yang mau tau dimana tempat arisan online yang terpercaya langsung follow aja igny @cintaputri021510 krn ownernya it ibu persit j daman banget y lg bukak slot besar besaran jga mulai dari 1 jt smpai 100 jt”, dengan biaya Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratusribu rupiah).

Serupa pula terhadap jasa endorse kepada Elly Suhari Alias Ally Sugigi dengan akun instagram atas nama ellysugigi_real_ diposting pada bulan Nopember 2019. Jasa endorse kepada Idris Alias Melly Bradley dengan akun instragram atas nama mellybradley91 diunggah/diposting sebanyak 2 kali yang pertama pada bulan Nopember 2019.

Jasa endorse kepada Irpansyah Alias Irvan Sebastian tersebut diunggah/diposting dengan menggunakan akun instagram irfansebaztian15 sebanyak 2 kali pertama pada bulan Nopember 2019 dan kedua pada bulan Januari 2020.

Calon peserta atau calon anggota mengetahui adanya Arisan Cinta Putri dari media instragram milik terdakwa dengan nama akun cintaputri021510 kemudian oleh terdakwa dimasukan ke group WA dengan nama group All Member Arisan Cinta Putri.

Kemudian calon peserta memilih program slot/group/kloter dan urutan yang dipilihnya, lalu dimasukan ke group WA yang namanya disesuaikan dengan jenis slot/kloter yang diikutinya, kemudian peserta membayar uang arisan yang menjadi kuwajibannya ke rekening milik terdakwa dan dikenakan biaya administrasi.

Apabila waktunya telah jatuh tempo maka terdakwa akan mentransfer ke rekening peserta sesuai dengan urutannya.

Pada tanggal 9 Nopember 2019 pada saat terdakwa menawarkan arisan melalui instagram dengan nama akun cintaputri021510 dengan endorse dari Pemilik Akun Instagram atas nama mellybradley91. ternyata yang punya arisan adalah ibu persit sehingga Saksi Lia Fitriani tertarik untuk mengikuti arisan tersebut kemudian saksi Lia Fitriani, saksi Lia Fitriani mengikuti program sistem GET atau Kloter yaitu GET 2 juta per 10 hari, GET Rp. 940.000,- kloter 36, GET Rp. 1.000.000,- kloter 10, Duos Rp. 10.000.000,- kembali Rp. 13.000.000,- dalam 7 hari.

Dan saksi OVVY LUSIANI DEVI pada tanggal 16 Desember 2019 mengikuti program arisan Get Get Rp. 30.000.000,- per minggu urutan 11 dan tanggal 29 Desember 2019 Program Arisan Duos Rp. 10 juta kembali Rp. 15 juta waktu 2 hari.

Saksi Lia Fitriani telah melakukan pembayaran baik melalui transfer maupun secara tunai sejak bulan Januari 2018 sampai dengan bulan Nopember 2018, sebesar Rp. 7.990.000,- dan sebesar Rp. Rp. 2.740.000,-

Dan saksi Ovvi Lusiani Devi pada tanggal 29 Desember 2019 telah menyetor ke Bank BRI atas nama Veni Putri Inda Wari yang jatuh temponya tanggal 31 Desember 2019 dan sampai saat ini uang arisan tersebut belum diberikan.

Akibat perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa, saksi Lia Fitriani mengalami kerugian sebesar Rp. 10.000.000,- Dan saksi Ovvy Lusiana Devi sebesar Rp. 13.000.000,-

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 51 ayat (1) Jo pasal 35 Undang –Undang RI No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Undang Undang No. 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Undang Undang RI No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.(sam).

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper