suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Dugaan Pengkondisian Belanja Peralatan Prokes, Ini Langkah Cepat Kemenag Gresik.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Gresik, suara-publik.com - Para pengurus Forum Komunikasi Pendidikan Alquran (FKPQ) dan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Gresik pun dikumpulkan di Kantor Kemenag Gresik Jalan Jaksa Agung Suprapto, pada Selasa (22/9/2020).

Hal itu sebagai upaya Kepala Kemenag Gresik, Markus untuk bergerak cepat menindaklanjuti beredarnya dugaan pengondisian belanja peralatan protokol kesehatan (prokes) di lingkungan pendidikan keagamaan islam, yang sumber dana dari Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) pencegahan Covid-19.

“Jadi, para pengurus FKPQ dan FKDT sudah kami panggil untuk menjelaskan semuanya. Dari penjelasan itu memang disinyalir ada upaya pengondisian terkait pengadaan peralatan (prokes) covid, dan langsung saya sampaikan bahwa yang dilakukannya itu tidak benar,” tegas Markus.

Menurutnya, FKPQ maupun FKDT tidak berkapasitas sebagai penyalur pembelian peralatan prokes di semua lembaga pendidikan. Karena itu harus dikembalikan sesuai petunjuk teknisnya (juknis).

“Biarkan pembelian peralatan protokol kesehatan ini menjadi kewenangan di masing-masing lembaga, kita tidak boleh ikut campur apalagi berusaha mengkoordinir,” tandasnya.

“Sekali lagi saya pastikan tidak ada serupiah pun bantuan yang dipotong,” imbuhnya.

Jika memang ada pungutan liar (pungli) atau pemotongan uang bantuan apa pun di Kemenag Gresik, Markus mempersilahkan kepada masyarakat untuk melapor. Pihaknya berjanji tidak segan-segan bakal menindak tegas oknum yang nakal.

“Silahkan lapor kalau memang ada pungli, pemangkasan anggaran oleh jajaran Kemenag Gresik. Kalau ada dan terbukti, pasti saya tindak sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Perlu diketahui sebelumnya, dugaan pengondisian belanja peralatan prokes Covid-19 di lingkungan pendidikan alqur’an mencuat di Kabupaten Gresik. Hal tersebut menyusul setelah ada penyetoran uang dari lembaga kepada FKPQ senilai Rp 6 juta, dari total uang BOP Rp 10 juta yang telah diterima setiap lembaga.

Sesuai data yang dihimpun, duit senilai Rp 6 juta setiap lembaga ini rencana secara serentak dibelikan 6 item peralatan prokes. Di antaranya satu unit alat pengukur suhu tubuh atau thermogun senilai Rp 900 ribu, 50 kaca pelindung wajah atau faceshield Rp 1.125.000, 100 buah masker santri Rp 1.250.000, satu buah alat pembersih udara lampu UV Germedical Rp 950 ribu, satu buah alat penyemprot disinfektan 16 liter Rp 600 ribu, dan satu buah paket disinfektan Rp 1.175.000.(wahyu)

Editor :