suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Beli Sabu di Rel KA Jln. PPI, Moch Taufik Dituntut 6 Tahun Penjara dan Denda

avatar suara-publik.com
Foto: Sidang penkara penyalagunaan narkotika jenis sabu,dengan terdakwa Moch.Taufiq alias Celeng, digelar diruang Candra, PN.Surabaya, secara online, Senin (28/09/2020).
Foto: Sidang penkara penyalagunaan narkotika jenis sabu,dengan terdakwa Moch.Taufiq alias Celeng, digelar diruang Candra, PN.Surabaya, secara online, Senin (28/09/2020).
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara-publik.com - Sidang perkara penyalagunaan narkotika jenis sabu, dengan terdakwa Moch. Taufiq alias Celeng bin Mat Rokhim (alm), digelar diruang Candra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, secara online ,Senin (28/09/2020).

Sidang beragendakan pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad Ashar,SH.yang dibacakan oleh Jaksa I Gede Willy Permana,SH,

" Menyatakan terdakwa Moch.Taufiq bersalah melawan hukum Melakukan tanpa hak melawan hukum menawarkan untuk dijual,menjual,membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan Narkotika golongan I," Menuntut terdakwa dengan 6 tahun penjara, dan denda 800 juta, subsider 3 bulan kurungan.

Sidang akan dilanjutkan Senin pekan depan dengan agenda Pembelaan ( Pledoi) oleh Kuasa hukum terdakwa Fariji,SH dan Deddy Otto,SH dari LBH Lacak.

Bahwa terdakwa Moch. Taufiq alias Celeng bin Mat Rokhim (alm), pada hari Selasa tanggal 10 Maret 2020 sekitar pukul 21.30 wib, Bertempat di rel kereta api Jl Dupak Surabaya.

Melakukan tanpa hak melawan hukum menawarkan untuk dijual,menjual,membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan Narkotika golongan I.

Berawal pada hari Selasa tanggal 10 Maret 2020 sekitar pukul 19.00 Wib, terdakwa membeli sabu kepada Syarif (DPO). terdakwa membeli shabu kepada SYARIF (DPO) dengancaraterdakwameghubungi Syarif (DPO), agar terdakwa menunggu di rel kereta api jalan PPI Selatan Kota Surabaya.

Selanjutnya terdakwa menyerahkan uang pembayaran sebesar 200 ribu, oleh Syarif (DPO) terdakwa diberi 1 poket sabu. Sabu tersebut oleh terdakwa dibagi dua, 1 poket dijual kepada Bolang (DPO) dan yang 1 poket disimpan oleh terdakwa taufiq di tumpukan kaset rumahnya.

Perbuatan terdakwa diketahui oleh saksi Indra Gunawan dan saksi Sudidik yang merupakan anggota Kepolisian. Dan dilakukan penangkapan dan penggeledahan ditemukan barang bukti 1 poket sabu dan uang tunai sebesar 200 ribu.

Selanjutnya terdakwa beserta barang bukti di bawa ke kantor kepolisian guna dilakukan proses pemeriksaan lebih lanjut.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114Ayat 1 UU Rl No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(sam).

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper