suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Ini Inovasi PJJ UPT SMPN 19 Gresik, Ditengah Pandemi.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Gresik, suara-publik.com - Proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar dari Rumah di Gresik masih berlangsung selama pandemi virus korona (covid-19).

Ada sejumlah terobosan yang dilakukan sekolah setelah melakukan evaluasi pelaksanaan PJJ, salah satunya di UPT SMP Negeri 19 Gresik.

Kepala Sekolah UPT SMPN 19 Gresik, Abd.Aziz menyampaikan, proses PJJ di sekolahnya selalu mengalami penyesuaian.

Hal itu guna mencari penerapan yang tepat untuk guru dan siswa, agar proses belajar mengajar terus berjalan baik pada masa darurat.

Salah satu, penyesuaian yang dilakukan ialah pengurangan jumlah mata pelajaran.

Permasalahan ini muncul pada minggu ke dua PJJ di sekolah tersebut. "Kami putuskan dalam PJJ, siswa di setiap hari hanya belajar tidak seperti saat normal, jumlah mata pelajaran dikurangi. Agar nuansanya ada relaksasi dalam pembelajaran," kata Abd. Aziz, Selasa (29/9).

Relaksasi itu muncul merespons banyaknya keluhan siswa yang mengerjakan tugas hingga larut malam. Menumpuknya pembelajaran siswa juga sempat menuai protes orang tua.

"Merespons dinamika seperti itu, kami bersama dewan guru melakukan rapat untuk evaluasi.

Dari sana muncul lagi penyederhanaan konten PJJ yang tidak mengejar target kurikulum. Namun tetap mencapai kompetensi," terangnya.

Namun, masalah belum berhenti di situ, kata Abd. Aziz, Siswa dihadapkan pada masalah kebosanan saat belajar.

Evaluasi selanjutnya terus dilakukan, dan membuahkan hasil untuk menciptkan konten belajar yang menyenangkan. "Contohnya, pada hari itu siswa belajar Pendidikan Agama dan Matematika.

Untuk mata pelajaran agama dengan tema Takwa. Siswa kami suruh memahami terlebih dulu tentang Takwa dari buku paket, selanjutnya diekspresikan dalam bentuk membuat karya," jelasnya.

Pihaknya berkomitmen untuk terus mengevaluasi PJJ. Tiap keluhan siswa akan menjadi bahan untuk membuat PJJ semakin baik dan berhasil. "Evaluasi harus sering dilakukan agar tidak terjadi keluhan-keluhan yang akhirnya siswa jenuh. sehingga muncul kesan PJJ tidak menyenangkan, serta tidak bermakna," tutup dia.(wahyu)

Editor :