Gresik, suara-publik.com - Sungguh tragis, ditemukan banyak ikan mati di Tambak Warga Kawasan Mengare Bungah Gresik yang diduga efek dari limbah yang merembes ke Area Tambak Warga sehingga ikan budidaya keracunan dan mati,Selasa (29/9).
Banyak kalangan aktivis lingkungan menuding Kawasan Pulau Mengare terdiri dari tiga Desa, yaitu Desa Kramat, Tanjung Widoro, dan Watu Agung Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik, terindikasi terdampak pencemaran lingkungan.
Kawasan Mengare diketahui sebagai bagian dari pembangunan serta pengembangan Kawasan Industri JIIPE dan Kawasan Industri Maspion, serta “Industri Tambak Ikan dan Udang”.
Kepala Desa Watu Agung Mengare, Rozi menyampaikan ke awak media jika sejak ada kawasan industri di sekitar Mengare Pendapatan Nelayan Ikan menjadi berkurang 80%, "sehingga pendapatan sebelumnya 100% menjadi hanya 20% saja,” ungkapnya.
Salah seorang Petani Tambak Mengare, Yasin (56), mengeluhkan pendapatan yang jauh menurun dari tahun-tahun sebelumnya, “Tambak pendapatan berkurang pak, biasanya dapat 100 kilo jadi 20 kilo saja, selain itu air tambak Mengare sekarang menjadi Payau atau campuran asin dan tawar, jadi banyak rasa asinnya, ikan – ikan tidak tahan lama di air payau." keluhnya.
Untuk bisa dicampur air tawar, Yasin biasa memompa air tawar ke tambak saat jam 1 malam, saat air pasang atau air sungai tawar naik.
"Selain itu banyak tanah urugan dan atau reklamasi untuk industri yang tanahnya mungkin beracun, sehingga ikan dan udang tambak sulit hidup,” pungkasnya.(wahyu)
Editor : Redaksi