suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Soal Proyek Swakelola, Kandindik Jatim Membungkam"Bag2"

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto : Ilustrasi Kadis Pendidikan Jatim Dr. Ir Wahid Wahyudi,  MT
Foto : Ilustrasi Kadis Pendidikan Jatim Dr. Ir Wahid Wahyudi, MT

Surabaya, Suara Publik.Com - Dugaan adanya penyimpangan proyek swakelola SMKS Ketintang, kemarin, Selasa (6/10/2020), Suara Publik.Com mengkonfirmasi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir Wahid Wahyudi, MT di nomor whatsaap belum memberikan keterangan dan terkesan membungkam.

Bahkan nomor awak media ini langsung diblokir yang bersangkutan. Sampai saat ini, Rabu (7/10/2020), isi pesan whatsaap Wahid masih terlihat contreng satu, ini menandakan isi pesan belum masuk.

Beberapa hari sebelumnya, nomor whatsaap orang nomer satu di dunia pendidikan jawa timur ini masih aktif.

Saat awal berita pengungkapan seputar proyek swakelola, nomer whatsaap mantan Kepala Dinas Perhubungan Jatim ini masih aktif.

Hal ini dibuktikan Suara Publik.Com mengirimkan berita melalui pesan whatsaap yang menunjukkan contreng dua. Tentu saja, hal ini membuat media suara publik.com semakin penasaran dan menimbulkan banyak pertanyaan.

Ada apa dengan Kepala Dinas Pendidikan Jatim terkait dengan proyek swakelola tipe 1 (khusus fisik) ? Apakah ada sebuah konspirasi dengan pihak yayasan maupun sekolah yang mendapatkan anggaran swakelola ? dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan terkait sistim dan metode proyek swakelola 2020 ini.

Sebagai seorang pejabat dan publik figur khususnya di dunia pendidikan Jawa Timur ini, sosok Wahid sepatutnya berani menjawab kepada publik.

Tentu saja, semua ini menyangkut uang rakyat. Bukannya melepaskan tanggung jawab soal pengelolaan anggaran swakelola yang bernilai fantastis ini.

Diketahui, proyek swakelola tipe 1 khusus proyek fisik di Dinas Pendidikan Jawa Timur sekitar 100 paket. Adapun nilainya bervariasi dari Rp 123 juta hingga Rp 5,8 Miliar. Semua itu tergantung dari request sekolah yang akan menerima nya. Namun, tetap melihat volume tanah yang akan di bangunnya.

Kenyataannya, proyek fisik swakelola 1 ini ternyata telah di kerjakan oleh pihak sekolah atau yayasan. Selain itu pengawasan kegiatan pembangunan di limpahkan pada pihak ke dua (sekolah/yayasan).

Bila melihat kuantitas dan kualitas sumber daya manusia nya (SDM), pihak ke dua belum tentu dapat menguasai ilmu konstruksi, pihaknya lebih condong pada ilmu pendidikan. (Bersambung/Dre)

Editor :