suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Hasil Pengembangan, Penjual Sabu 10 Kg dan Puluhan Pil Ekstacy Terancam Penjara Seumur Hidup.

avatar suara-publik.com
Foto: Sidang Online Bandar Gede Narkoba.
Foto: Sidang Online Bandar Gede Narkoba.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara-publik.com - Sidang perkara penyalagunaan Narkotika jenis sabu sabu seberat 10 kilogram dan puluhan pil Ekstacy macam jenis, dengan terdakwa I Muhammad Nova bin Siono bersama istri sirihnya terdakwa II Rani Nur Ramadhianti bin Didik Budiono, serta terdakwa Muhammad Maftuh dan terdakwa Andiono ( diajukan dalam berkas , digelar di ruang Cakra,Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, secara online, Kamis (08/10/2020).

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi penangkap dari Polrestabes Surabaya, yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad Muzakki,SH dari Kejari Surabaya.

Saksi Adi Irawan dari Polri menerangkan bahwa, benar telah menangkap keempat terdakwa yakni Nova,Rani, Maftuh dan Andiono di rumah kos jalan Bronggalan Sawah.

Keempatnya ditangkap atas pengembangan dari terdakwa Nur Rochmad dengan BB yang ditemukan 4000 butir pil ekstacy dan mendapat nama Muhammad Nova.

Saksi menerangkan bahwa saat dilakukan penggeledahan di kamar kos milik Nova dan Rani yang juga sebagai pasutri Sirih, ditemukan 6226 gram atau 6,2 kilogram sabu dan 64 pil Ekstacy dalam beberapa bungkusnya.

Terdakwa Nova yang juga sebagai bandar, menjelaskan telah 3 kali menerima ranjauan sabu dan ekstacy dari Karim Novianto alias Begejel (DPO). Dan telah meranjau 3 kilo ke jalan Arjuno juga terdapat sabu yang diecer seberat 678 gram.

Setiap mengantar sabu pesenan, Maftuh dan Andiono (berkas terpisah) mendapat upah sebesar 1 juta.

Sidang akan dilanjutkan Kamis pekan depan dengan agenda Tuntutan dari JPU.

Diketahui, bahwa terdakwa I. Muhammad Nova bin Siono bersama istri sirihnya terdakwa II Rani Nur Ramadhianti bin Didik Budiono, serta terdakwa Muhammad Maftuh dan terdakwa Andiono (diajukan dalam berkas terpisah).

Pada hari Kamis tanggal 19 Maret 2020 sekitar pukul 15.30 Wib , Bertempat di dalam kamar no. 720 Hotel 88 Jl. Kedungdoro Surabaya. "Melakukan permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram."

Para Terdakwa mendapatkan barang berupa sabu dan Ectacy dari Karim Novianto alias Begejel (DPO). Dengan cara, pada hari Kamis tanggal 19 Maret 2020 sekitar pukul 13.00 Wib terdakwa Muhammad Nova mendapat telepone dari seorang wanita, untuk mengambil barang tas koper besar yang tersimpan didalam kamar no. 720 Hotel 88 Jl. Kedungdoro Surabaya. Yang kunci kamar hotel berada di toilet Ayam geprek jalan Tegalsari.

Setelah mendapat kunci kamar Hotel, selanjutnya para terdakwa menuju ke Hotel 88 Surabaya bersamaan dengan panduan oleh suara perempuan di HP milik terdakwa M.Nova.

Selanjutnya para terdakwa masuk ke kamar dan menemukan koper warna hitam besar disimpan dekat toilet kamar, lalu para terdakwa langsung menuju kerumah Jl. Ngagel Mulyo VI No. 25 Surabaya, Saat membuka koper, berisikan 10 bungkus teh cina yang berisi sabu total 10 kilogram.

Lalu para terdakwa berpindah tempat di kost Jl. Bronggalan Sawah 5-A No. 15 Surabaya. Yang bertugas mengirimkan atau meranjau barang tersebut adalah Maftuh dan Andiono ( yang berkasnya terpisah). Sabu sebanyak 10 kilo oleh Maftuh dan Andiono diranjau 2 kilo ke jalan Arjuno, dan 1 kilo juga ke jalan Arjuno pada bulan Maret akhir, sore hari.

Berdasarkan pengembangan dari saksi Nur Rochman bin Muntari, yang telah ditangkap pada Selasa 7/4/2020, pukul 20.00 wib di kontrakannya jalan Bronggalan Sawah 5A/15 Surabaya. oleh saksi Adi Irawan dan saksi Kusnan Efendi dari polisi Polrestabes Surabaya.

Ditemukan barang bukti berupa sabu berat total 6226 gram atau 6,2 kilogram. 1 bungkus berikutnya sabu seberat 678 gram. 60 pil Ekstacy berat 24,17 gram. 4 pil lainnya dalam bungkus yang berbeda.

Perbuatan para terdakwa tersebut diatas, diatur dan diancam pidana sesuai ketentuan pasal 114 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(sam).

 

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper