suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Layak Dihukum Berat, Pembuang Limbah B3 Putat Lor Menganti.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto: Aparat Saat meninjau lokasi Limbah B3
Foto: Aparat Saat meninjau lokasi Limbah B3

Gresik, suara-publik.com - Sungguh kejahatan lingkungan yang luar biasa, dengan memanfaatkan Bangunan kosong dilahan yang sepi. Bangunan dua lantai di Desa Putat Lor Menganti yang akan dibuat pergudangan dan perkantoran itu dijadikan tempat pembuangan limbah cair B3 yang sangat berbahaya.

Menurut penelusuran, limbah B3 dalam bentuk cair yang belum belum diketahui jenisnya itu berdampak sangat luar pada tanaman disekitar lokasi yang dalam waktu singkat semua tanaman mengering dan mati.

Eko pemilik lahan menuturkan dampak yang mengerikan terjadi pada lahan yang produktif seperti tanaman warga yang terdampak yaitu pohon Pisang banyak yang mati, bahkan tanaman mangga yang sedang berbuah pun warga pemilik lahan tidak berani memakannya, buahnya berwarna hitam.

Dirinya menambahkan, pohon Mangga buahnya banyak yang rontok daunnya pun layu, Pohon Nangka buahnya tidak bisa besar dan berwarna hitam.

"Warga yang terdampak, dengan muka sedih karena tanaman di tanah pekarangan ya selama dua tahun tidak ada hasilnya," Selasa (13/10).

Zainuri pemilik tambak juga menjelaskan kalau tambaknya gagal panen karena terdampak limbah cair yang mengalir ke tambaknya, “Sebelumnya tambak saya panen ikan itu sekilo isi dua sampai tiga ekor mas sekarang sekilo isi dua belas ekor mas,” ujarnya.

Sementara itu Hartoyo ketua RT setempat menyangkal jika dirinya terlibat dalam perkara pembuangan limbah yang ada diwilayahnya. “Saya hanya dititipi kunci pagar saja,” ujarnya.

“Saya (Hartoyo – red) hanya sebatas buka pagar saja, saya sendiri tidak tau jika truk itu isinya limbah berbahaya,” tegasnya pada wartawan.

Hartoyo menceritakan jika pernah pada suatu malam, seseorang meminta kunci untuk buka pintu gerbang, alasanya mau menyirami biar debu supaya tidak berterbangan, truk yang masuk ada yang dalam bentuk mobil tangki, "Setelah disiram besoknya tanaman disekitar kok pada mati, Saya juga dikomplain warga kok ada cairan masuk tanah pekarangan, tanah yang dilalui air itu bisa mengeluarkan asap Keesokan hari tanaman di ladang warga kok pada yang mati." Ungkap Hartoyo.

“Saya baru sadar yang dibuat menyirami itu limbah yang berbahaya,” tambah ketua RT 05 RW 02 desa Putat lor. (Imam-Bersambung)

Editor :