suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Mendengar Suara Hati Petani, DPP Perempuan Tani HKTI Beri Solusi.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Gresik, suara-publik.com - Berlokasi di Desa Tubuwung, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik beberapa pengurus DPP Perempuan Tani HKTI Jawa Timur dan DPK Perempuan Tani Gresik melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi dengan para petani perempuan. Minggu (11/10).

Kegiatan diawali dengan kunjungan ke persawahan yang dikelola langsung oleh kelompok tani perempuan Desa Tebuwung, lahan pertanian di desa tersebut hampir 150 hektar dengan berbagai macam jenis tanaman, ada padi, jagung, cabe, bawang, kacang, dll.

Keanekaragaman jenis tanaman yang ditanam oleh para petani tersebut karena para petani ini sedang melakukan eksperimen untuk melawan serangan hama tikus yang sangat merajalela.

Dari kunjungan lapangan, acara dilanjutkan dengan silaturahmi dan diskusi antara Pengurus DPP Perempuan Tani HKTI Jawa Timur yang dipimpin oleh Dr. Lia Istifhama, M.Ei, dari diskusi tersebut ada banyak hal keluh kesah para petani, diantaranya, 1.

Disaat musim tanam, semuanya mahal, bibit mahal, pupuk langka dan mahal, padahal di Kabupaten Gresik ini berdiri megah pabrik pupuk milik negara, tapi kenapa kami kesulitan mendapat pupuk ?

2. Serangan hama tikus yang merajalela bukan hanya menghabiskan tanaman yang ditanam oleh para petani, tetapi juga merenggut nyawa beberapa petani, mereka banyak yang meninggal dunia karena kena setrum jebakan tikus yang dibuat oleh para petani.

Memang para petani saat ini banyak membuat aliran listrik yang berisi setrum untuk menghalau serangan tikus.

3. Disaat panen, hasil panen melimpah, harga nya sangat murah dan bahkan tidak manusiawi. Tengkulak tengkulak se enak nya sendiri menghargai dan membeli hasil panen kami, belum ada standarisasi harga dari para tengkulak.

"Dan jika kami tidak menjual kepada tengkulak, terus siapa yang akan membeli hasil panen kami?," Ungkap salah seorang Petani.

Mendengar keluh kesah dari para petani, Ketua Perempuan Tani HKTI Jawa Timur memberikan solusi untuk membantu permasalahan - permasalahan yang dihadapi oleh para petani di Desa Tubuwung, Dukun, Gresik, diantaranya,

1. Mengantisipasi serangan hama tikus, pihak DPP Perempuan Tani HKTI Jawa Timur akan segera melakukan koordinasi dengan peternak burung hantu di wilayah Jawa Tengah, untuk berbicara tentang ke efisiennya burung hantu dalam melawan serangan hama tikus.

Harapan kami, jika rumah burung dan burung hantu ini bisa efisien, tidak ada lagi petani yang menggunakan aliran listrik sebagai salah satu penangkal serangan hama tikus.

2. Seharusnya setiap pekerjaan apapun profesi nya harus memiliki asuransi kecelakaan kerja, asuransi jaminan kematian dan asuransi hari tua, sebagai mana yang diatur oleh UU N0.24 Tahun 2011 pasal 14, dan sebenarnya BPJS Ketenagakerjaan ini sifatnya wajib bagi seluruh para pekerja, baik yang pekerja penerima upah maupun pekerjaan bukan penerima upah.

Karena itu DPP Perempuan Tani HKTI Jawa Timur dengan menggandeng Perisai ( Penggerak Jaminan Sosial Indonesia ) ARJMS yang merupakan agent / mitra dari BPJS Ketenagakerjaan memberikan supporting berupa BPJS Ketenagakerjaan untuk Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian untuk para petani perempuan yang hadir di acara siang ini.

3. Terkait dengan masalah pasar dari hasil petani, pihak DPP Perempuan Tani HKTI Jawa Timur akan segera memfollow up dengan beberapa Pasar Induk dan Dinas terkait untuk menampung hasil pertanian dari para petani.

Harapan saya semoga ada BUMD yang bergerak di bidang ketahanan pangan, dimana salah satu fungsinya adalah menampung hasil panen dari para petani, sehingga petani tidak bingung menjual hasil panen nya dan ada standarisasi harga sesuai dengan kualitas hasil panen.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Perempuan Tani HKTI Gresik dr. Nila Hapsari Gresik, bahwa dirinya akan mengaplikasikan semua arahan dari DPP Perempuan Tani HKTI Jawa Timur.

Semoga supporting dari DPP Perempuan Tani HKTI Jawa Timur berupa pemberian kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada para petani membuat melek para pekerja baik yang formil maupun non formil akan penting nya BPJS Ketenagakerjaan, iuran premi nya sangat murah.

"hanya Rp 16.800 per bulan sudah dapat Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, kalau mau ada Jaminan Hari Tua nya hanya nambah Rp 20.000 menjadi Rp 36.800 per bulan.

Kalau dihitung hitung sehari hanya nabung Rp 1.500 saja, masih lebih mahal bayar parkir sepeda motor," Jelentreh dokter kecantikan ini.(wahyu)

Editor :