suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Lebih Leluasa Bertanya Langsung Pada Guru, Siswa SMPN 7 Gresik Berharap PBM Tatap Muka.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy

Gresik, suara-publik.com - Mayoritas siswa SMP Negeri 7 Gresik mengaku lebih suka belajar tatap muka di sekolah daripada belajar dalam jaringan (daring) alias belajar online dari rumah. “Lebih leluasa bertanya kepada guru jika belajar tatap muka di kelas. Kalau belajar daring siswa yang bertanya lebih dari satu, jadi guru kesulitan untuk menjawab. Jadi kami lebih suka belajar tatap muka,” ungkap Agus salah satu siswa saat disambangi suara-publik.com, di SMPN 7 Gresik, Kamis (29/10).

Kepsek SMPN 7 Gresik, Rahmad Safari, mengakui bahwa siswanya lebih menyukai belajar tatap muka di sekolah dari pada belajar daring. “Siswa kami lebih menyukai PBM tatap muka, karena jika siswa tidak tahu bisa bertanya langsung kepada gurunya. Tapi kalau daring siswa kesulitan bertanya, dan menjawab soal. Selain itu juga karena keterbatasan jaringan internet baik guru, maupun siswanya,” ungkap Rahmad Safari.

Selaku kepala sekolah dan guru, ungkap dirinya, ia berharap proses belajar mengajar kembali normal secara tatap muka di sekolah. “Dengan PBM tatap muka interaksi kami dengan anak-anak lebih nyaman, mudah, dan kami juga leluasa memberikan ilmu kepada anak didik kami, tapi kalau daring interaksi kami sangat terbatas,” ungkapnya.

SMP Negeri 7 Gresik, menurut Rahmad Safari sangat siap melaksanakan PBM tatap muka di sekolah, dan semua fasilitas pendukung sesuai protocol kesehatan telah dilengkapi di sekolah. “Mulai awal masuk sekolah siswa dicek suhu tubuh, kemudian cuci tangan, dan saat masuk kelas guru memberi arahan agar siswa tetap memakai masker untuk mencegah penyebaran virus corona,” ungkapnya.

Nantinya jika melaksanakan PBM tatap muka di masa pandemic ini, jelas Rahmad Safari, sistem belajar tatap muka di sekolah dibagi 2 shif. Jika biasannya satu kelas 32 siswa, maka masa pandemic ini satu kelas diisi 16 siswa.(ambon)

Editor :