suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

YSR Hadirkan Pelatih Berkelas Internasional.

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto1: James Oktaviaono Momongan (tiga dari kanan) ditemani Kabid Bimpres Monev PP Pordasi, Singky Soewadji (baju putih)
Foto2: Aksi James Oktaviaono Momongan saat melatih anak didik dilapangan Equestrian YSR
Foto1: James Oktaviaono Momongan (tiga dari kanan) ditemani Kabid Bimpres Monev PP Pordasi, Singky Soewadji (baju putih) Foto2: Aksi James Oktaviaono Momongan saat melatih anak didik dilapangan Equestrian YSR

Sidoarjo, suara-publik.com - Munculnya Yussar Stable and Riding (YSR) yang berlokasi di Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo tak hanya menarik perhatian penghobi atau masyarakat yang ingin belajar olahraga berkuda untuk datang dan berlatih disana, tetapi juga para pelatih olahraga berkuda level internasional di cabang Equestrian (ketangkasan berkuda).

Sebelumnya pelatih Equestrian tingkat internasional, Higgins Roring rutin melatih di YSR, sekarang ini giliran James Oktavianus Momongan yang menyambangi YSR milik Zahlul Yussar itu, Rabu (04/11) untuk melatih dan berbagi ilmu Equestrian.

Kedatangan pelatih yang akrab dipanggil James di YSR didampingi Kabid Bimpres dan Monev PP Pordasi, Singky Soewadji.

James yang sekarang tinggal di Lembang Bandung mempunyai reputasi mentereng, baik sejak menjadi atlet pacuan kuda dan atlet merangkap pelatih Equestrian.

Pria yang lahir di Kawangkoan, 21 Oktober 1954 memulai debutnya menjadi atlet pacuan tahun 1970 di arena Pulomas, Jakarta dan di tahun 1972, James sudah menjadi rangking pertama top joki Indonesia.

Setelah itu di tahun 1979, James beralih ke Equestrian. Di tahun 1982, James sudah merangkap menjadi atlet dan pelatih Equestrian dan meraih gelar juara Adam Malik Memorial di tahun 1985.

Asian Games di tahun 1994 jadi ajang James di tingkat internasional menjadi atlet Equestrian. Torehan prestasi James sebagai pelatih Equestrian yaitu tahun 1996 menjadi pelatih tim Equestrian Sulawesi Utara (Sulut) di Pekan Olahraga Nasional (PON) dengan raihan 4 medali emas.

Di tahun 2004, James menjadi pelatih tim Equestrian Jawa Barat di PON yang berhasil membawa pulang 5 medali emas. Capaian fenomenal James di PON tahun 2008 sewaktu menjabat pelatih tim Equestrian Kalimantan Timur yang sapu bersih 6 medali emas.

Sedangkan even internasional ketika menjadi pelatih atlet muda Equestrian Indonesia, Brayen Brata Coolen, tampil di putaran Final World Jumping Challenge (WJC) di Caracas, Venezuela. James mengaku tertarik melatih karena melihat banyak anak usia dini berlatih berkuda di YSR.

Ia menilai kehadiran anak usia dini di YSR sangat bagus untuk memotivasi mencetak atlet berkuda nantinya. Dari segi sarana dan prasarana, James memuji YSR yang baru operasional empat bulanan ini sudah memenuhi standar internasional.

Namun dia menyarankan kedepannya YSR membangun paddock dan lapangan indoor, supaya apapun cuacanya baik hujan atau panas, para rider tetap bisa berlatih tanpa merasa terganggu. "Adanya YSR sangat bagus sekali, karena antusias rider sangat luar biasa. Rider dan keluarganya yang datang ke YSR tampak akrab satu sama lain dan lebih ke hubungan kekeluargaan dan itu membuat lebih semangat.

Kalau di tempat lain, mereka (rider dan keluarganya) datang kemudian pergi. Makanya pak Singky tadi bilang, saya pelatih internasional, tapi masih mau menangani YSR. Sebab saya tertarik melihat mereka semangat. Tadi ada ibu-ibu baru latihan dua bulan langsung beli kuda berarti dia serius," tuturnya.

Laki-laki ramah dan rendah hati tersebut menjelaskan, olahraga berkuda banyak manfaat tidak hanya diukur dengan prestasi saja. Ia mencontohkan olahraga berkuda bagi anak-anak usia dini bisa membentuk mental, karakter, dan kepribadian anak secara positif daripada anak-anak bermain HP dan game.

Usia ideal anak belajar berkuda menurut James mulai usia 6 tahun dan biasanya di usia 9 tahun sudah mahir. "Dengan belajar olahraga berkuda, anak-anak belajar keberanian, disiplin, dan fokus atau konsentrasi.

Selain itu anak berkebutuhan khusus autis biasanya dilakukan therapi berkuda supaya bisa fokus atau konsentrasi. Sebab mau tidak mau anak autis harus melakukan sesuatu di atas kuda tidak bisa tergantung orang lain, sehingga harus konsentrasi, karena dia juga takut jatuh," ungkapnya.

James membagi ilmu olahraga berkuda yang bertujuan mencapai prestasi, yaitu selain skill atau kemampuan, rider harus punya partner kuda yang berkualitas. Dari pengalamannya sebagai atlet dan pelatih, James berkesimpulan kuda yang asal-asalan atau kurang berkualitas untuk berprestasi agak susah.

Tangan dingin para pelatih seperti James dan Higgins Roring rupanya dirasakan betul anak didik, pengunjung, dan member YSR. Eli (25) warga Surabaya yang mencoba berlatih di YSR didampingi pelatih Higgins Roring memberikan pujian terhadap cara melatih yang profesiona dan disiplin.

Sedangkan pasangan suami istri Mardian dan Ajeng yang tinggal di Waru, Sidoarjo sangat terkesan dengan ilmu berkuda dan arahan James sewaktu berlatih di lapangan YSR. (santo)

Editor :