suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Proyek Plengsengan Sebesar 181 Juta, Dikerjakan Secara Misterius Tanpa Papan Nama.

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

Gresik, suara-publik.com Menjamurnya proyek siluman di Kabupaten Gresik, tampaknya bukanlah isapan jempol, salah satunya pembangunan proyek tembok penahan tanah (TPT) yang terkesan misterius. Kali ini, proyek siluman juga Pembangunan tembok penahan tanah (TPT) saluran air di Raya Desa Munggugianti, Kecamatan Benjeng juga tergolong proyek siluman.

Betapa tidak, pembangunan TPT yang berlokasi di barat kantor PLN setempat, tidak memiliki papan informasi proyek seperti umumnya.

Pantauan di lokasi, Jumat (13/11), proyek pembangunan TPT tersebut sudah berjalan beberapa hari lalu, proyek itu belum diketahui siapa pemiliknya. “Saya nggak tahu, proyek ini siapa pemiliknya, dan siapa pengawasnya, dari mana anggarannya dan berapa besaran dananya.

Saya hanya bekerja saja,” kata seorang pekerja yang enggan menyebut namanya di lokasi. Anehnya lagi, tidak ada petugas pengawas proyek di lokasi pengerjaan proyek tersebut.

Yang ada hanya beberapa orang pekerja yang tampak sibuk bekerja tanpa mengenakan K3, Selain itu, pekerjaan tetap di dijalankan meski air menggenang pada jalur TPT, alhasil lantai kerja diduga tidak ada.

Mendengar hal ini, Gus Bukori Aktivis LSM LEDAK merasa prihatin, dihubungi lewat seluler dirinya menegaskan akan segera koordinasi terkait kasus ini ke Komisi 3 DPRD Gresik, "Ini kan uang rakyat yang dipakai, seharusnya rakyat bisa memperoleh informasi terkait pekerjaan itu, masa yang punya uang tidak boleh tahu," tegasnya.

Setelah ditelusuri, ternyata proyek tersebut diatas adalah milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang dengan nilai proyek sebesar 181.138.100.00.

Sementara itu Anggota DPRD Gresik, Komisi lll bidang pembangunan, Lutfi Dawam. SH mengatakan semua proyek pembangunan yang bersumber dari Uang Negara Tidak memasang papan nama informasi proyek itu jelas merupakan pelanggaran (salah) kita sudah sering menegurnya dengan Dinas terkait tapi diabaikan, kata Dawam sapaan akrab dewan dari Fraksi partai Gerindra Dapil Bawean. Seperti yang dikutip dari radarjatim. (tim)

Editor : Redaksi

DKP Harkitnas