suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Tak Terima TKD Dijadikan Jalan, Warga Banyuurip Kembali Pasang Pathok.

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

Gresik, suara-publik.com - Puluhan warga Dusun Banyuurip, Desa Gempol Kurung, Kecamatan Menganti - Gresik kembali melakukan penutupan akses jalan yang menghubungkan ke Dusun Wringin Kurung dan Dusun Ngablak Rejo. Penutupan jalan dilakukan warga bersama ketua RT 03 dan ketua RT 04 Dusun Banyuurip, Desa Gempol Kurung.

Mereka memasang patok dan batu kumbung sebagai tanda jalan ditutup dan tidak boleh di lewati. Warga menutup akses jalan tembusan tersebut karena tidak terima TKD (Tanah Kas Desa) milik warga Dusun Banyuurip di jadikan jalan tanpa adanya musyawarah terlebih dahulu dengan warga.

Jalan yang memiliki lebar sekitar empat meter itu sebelumnya merupakan TKD, dan oleh pemdes (pemerintah desa) dijadikan jalan penghubung atau jalan alternatif antara Dusun Banyuurip dengan Dusun lainnya.

Pematokan jalan sebelumnya dilakukan pada tahun 2017 lalu, warga memasang patok besar agar pemdes Gempol Kurung segera melakukan koordinasi dengan warga "Dulu sudah kita pasang patok besar, entah dirusak atau rusak dengan sendirinya, patok tersebut roboh. Sekarang kita patok lagi dan kita pasang batu kumbung agar pemerintah desa tidak seenaknya sendiri dalam mengambil keputusan," terang Asmadi, salah satu warga Dusun Banyuurip yang ikut dalam memasang patok, Minggu, 15/11/2020.

Lanjutnya, pemasangan patok ini merupakan langkah terakhir yang dilakukannya bersama warga. Sejak 2017 lalu warga meminta agar pemdes segera koordinasi dengan warga. Namun, hingga kini, pemerintah desa tidak pernah melakukan koordinasi atau musyawarah dengan warga.

"Sebelum menjadikan TKD sebagai jalan penghubung, seharusnya pemerintah desa musyawarah dulu dengan warga, namun hingga kini, tidak ada musyawarah yang terjadi perihal jalan ini. Kalau ini di biarkan, maka aset Dusun Banyuurip lama lama bisa habis," pungkasnya.

Ketua RW 05 Dusun Banyuurip, Samsul Huda saat dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan, semua terserah warga. Dirinya tidak mencegah ataupun menyuruh warga agar melakukan pematokan jalan. "Terserah warga maunya bagaimana," ungkapnya singkat.

Nuriyadi, Kepala Desa Gempol Kurung enggan mengangkat telepon saat dihubungi melalui telepon selulernya. Di kirimi gambar pemasangan patok yang dilakukan oleh warganya, hanya dibuka namun tidak memberikan tanggapan apapun. (Tim)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper