suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Lakukan Pemerasan dan Pengancaman Dilampu Merah, Dwi Agus Wijaya Disidangkan.

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Dwi Agus Wijaya, perkara pemerasan dan pengancaman, digelar diruang Candra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya,secara online, Senin (16/11/2020).
Foto: Terdakwa Dwi Agus Wijaya, perkara pemerasan dan pengancaman, digelar diruang Candra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya,secara online, Senin (16/11/2020).
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara-publik.com - Sidang perkara pengancaman dan pemerasan, dilakukan oleh terdakwa Dwi Agus Wijaya bin Edi Sutrisno, digelar diruang Candra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya,secara online, Senin (16/11/2020).

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa penuntut Umum (JPU) Deddy Arisandi,SH dari Kejari Surabaya. Dalam sakwaan jaksa Deddy, terdakwa Dwi Agus Wijaya, dijerat dengan pasal 368 KUHP tentang pemerasan dan pengancaman.

Sidang akan dilanjutkan Senin pekan depan dengan agenda saksi saksi yang dihadirkan JPU.

Diketahui, bahwa berawal saksi Annisa Nur Aziyah Waluyo bersama saksi Alfiansyah Dhiya Ulhaq, berada dalam mobil, pada hari Senin tanggal 24 Agustus 2020 sekira pukul 16.00 wib.

Tiba tiba dihampiri terdakwa Dwi Agus Wijaya bin Edi Sutrisno, gedor gedor pintu kaca mobil.Saat kaca mobil dibuka terdakwa minta uang ke saksi Annisa dengan alasan untuk bayar sekolah anak terdakwa. Oleh saksi dibeti uang 40 ribu. Merasa kurang terdakwa meminta tambah, menggedor pintu kaca mobil kembali.

Merasa ketakutan, saksi Annisa dan saksi Alfianyah pergi meninggalkan terdakwa. Sebelumnya terdakwa telah melakukan perbuatan tersebut kepada saksi Annisa.

Sekira pukul 14.00 WIB, bertempat di Perempatan Lampu Merah depan Royal Residen Jalan Raya Babatan Surabaya. Saat itu terdakwa mengendarai sepeda motor dikemudikan oleh Ogi Kiki Meiyanto, cara yang sama meminta uang 360 ribu untuk bayar sekolah anaknya.

Kembali, pada tanggal 26 Agustus 2020 sekira pukul 18.00 wib saat saksi Annisa pulang dari belanja di “RANCH MARKET”,terdakwa menggedor kaca mobil meminta uang, karena sudah tahu kelakuan terdakwa, saksi Annisa meninggalkan pergi.

Merasa jengkel, terdakwa mengejar saksi Annisa dengan mengendarai sepeda motor, tepat disebelah National Hospital. Atas kejadian tersebut saksi Annisa melaporkan perbuatan terdakwa kepada petugas Security Plaza Graha Family.

Setelah dipantau oleh saksi Scurity Plaza Graha Famili, saat terdakwa melakukan aksinya kembali, saksi Yayak Yogi Saputro melakukan penangkapan terhadap terdakwa, dan terdakwa diserahkan kepada pihak Kepolisian.

Terdakwa mengaku melakukan perbuatan sejak 4 bulan lalu, setiap melakukan perbuatan meminta uang secara paksa setiap harinya terdakwa mendapatkan uang sekitar Rp. 450 000,- Perbuatan terdakwa di atas diatur dan diancam pidana sebagaimana Pasal 368 KUHP.(sam).

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper