suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Bulog Jatim Evaluasi Kinerja Tahun 2014

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
SURABAYA (suara-publik.com)- “Stok Beras Bulog Jatim melimpah ruah, yakni sebesar 553.950 ton setara Beras. Jadi masyarakat Jatim tidak perlu kuatir kekurangan pasokan Beras hingga Lebaran nanti. Selain itu, Bulog jatim dalam semester tahun 2014 ini juga melakukan pengadaan, raskin, operasi pasar bantuan ongkos angkut pengendalian pasar, operasi pasar pengamanan harga daging Ayam dan Telur, serta penjualan komoditi Kedelai dan Jagung,” kataKadivre Bulog Jatim, Rusdianto, Kadivre Bulog Jatim.

 

Target pengadaan, kata Rusdianto, tahun ini telah ditetapkan 1.100.000, setara Beras. Sampai dengan 17 Juli kemarin tercapai 652.712 ton Beras, yang artinya sudah tercapai 56 persen dari target. Diharapkan masih tambah realisasinya terutama dari produksi panen gadu hingga akhir 2014.

Dijelaskan Rusdianto, dalam ranga meningkatkan kinerja pelayanan raskin, langkah-langkah yang dilakukan Bulog adalah, meningkatkan perawatan kualitas di gudang selama penyimpanan, pengecekan kualitas dan kuatintas Beras bersam tim koordinasi raskin kota/kab sebelum didistribusikan, menggunakan alat angkut yang layak, memberikan kesempatan kepada pihak desa/kelurahan untuk melakukan pengecekan kualitas dan kuatintas beras, mengganti kualitas dan kuatintas Beras yang tidak sesuai dan melakukan uji tanak untuk mengetahui rasa dan kualitas raskin yang telah dilakukan di Malang, Lamongan, Tulungagung dan Probolinggo.

Lanjut Rusdianto, salah satu upaya Pemda Prov. Jatim dalam mengatasi gejolak harga pangan dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga di bulan Ramadhan adalah melaksanakan operasi pasar dengan pengendalikan ongkos angkut pengendalian harga pasar untuk 4 komoditi yakni Beras, Terigu, Gula dan minyak goreng sesuai surat Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Prov. Jatim.

Rusdianto menambahkan, Bulog juga ikut berpartisipasi mengadakan operasi pasar stabilisasi harga komoditas pangan tersebut, serta melakukan pembelian dan penjualan Kedelai dan Jagung. Meski demikian, Bulog tetap mendukup Harga Beli Petani (HBP) yang ditetapkan oleh pemerintah. (ono)

 

Editor :