suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Todongkan Pisau Dapur Saat Merampok, Jhoko Diadili.

avatar suara-publik.com
Foto: Saksi Solikah membeberkan kronologi pencurian di rumah majikannya, sidang diruang Tirta II,PN Surabaya, secara online Vidio Call.
Foto: Saksi Solikah membeberkan kronologi pencurian di rumah majikannya, sidang diruang Tirta II,PN Surabaya, secara online Vidio Call.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara publik - Terdakwa Jhoko Nur Supriyanto diadili secara online, diruang Tirta II Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, atas perkara pencurian dengan kekerasan (Curas).

Dalam dakwaanya, terdakwa Jhoko sempat melukai korbannya Julvida Ongkowidjojo, 76, warga Jalan Ngagel Tama Utara 2 No.17 Surabaya. Di persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis,SH, menghadirkan saksi asisten rumah tangga (ART) Solikah, Rabu (23/12).

Sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Winarko menanyakan kebenaran dari kejadian tersebut kepada Solikah. Solikah memaparkan kepada majelis hakim bahwa pada saat itu rumah yang dihuni oleh korban Julvida dalam keadaan tidak terkunci. “Saya keluar sebentar, pagar sama pintu rumah agak kebuka sedikit. Waktu itu belum melihat ada orang itu (terdakwa, red),” ujar Solikah di persidangan.

Lantas saat Solikah kembali ke rumah Julvida, sudah melihat majikannya sudah terlibat aksi saling dorong dengan Jhoko. Solikah melihat Julvida dipukul menggunakan gagang pisau yang dibawa terdakwa tersebut. “Tahu sendiri yang ngambil, orangnya tahu. Mukul Bu Julvida, dipukul pakai pisau, dia terluka. Motornya (Jhoko, red) nggak ingat. Yang jelas waktu ngambil barangnya saya ngga tahu,” jelasnya.

Setelah memberikan keterangan tersebut Ketua Hakim Winarko menanyakan kebenaran dari keterangan saksi Solikah. “Bagaimana terdakwa keterangan dari saksi benar tidak?,” ujar Hakim Winarko.

Terdakwa pun membenarkannya, bahwa pada saat itu dirinya mempunyai niatan akan mencuri. Jhoko menjelaskan, sebelum mencari sasaran sempat berhenti di Jalan Rungkut Alang-alang dekat Pasar Sopoyono. Di lokasi tersebut, Jhoko mengganti plat nomor kendaraanya yang digunakan untuk beraksi. Motor Honda Vario yang awalnya bernopol L 4470 BA diganti menjadi L 5642 KU.

“Lalu saya melanjutkan perjalanan ke kawasan Jalan Ngagel. Saya sempat berhenti di Indomaret Jalan Ngagel Jaya Selatan numpang toilet. Di toilet saya melihat ada pisau dapur di westafel, lantas saya ambil,” tutur terdakwa.

Setelah mengambil pisau tersebut, terdakwa berkeliling di kawasan perumahan Jalan Ngagel Tama Utara dan melihat rumah Julvida dalam keadaan terbuka. “Saya pura-pura tanya alamat, lalu saya masuk ke rumah sambil nodongkan pisau ke korban, sempat saya sabetkan ke leher korban. Saya berhasil bawa tas isinya hp dan uang pak,” jelasnya.

Setelah dibenarkan, majelis hakim menutup persidangan dan dilanjutkan pada tanggal 6 Januari 2021. Terdakwa dijerat dengan pasal sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 365 Ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper