suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Ayah Bejat, Cabuli Anak Angkat Sejak Sekolah Dasar.

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

BANYUWANGI, (SuaraPublik.com ) - Ayah Bejat ini sungguh tak pantas untuk ditiru. Apalagi diteladani. Pasalnya, Korban persetubuhan yang masih anak dibawah umur, adalah anak angkatnya sendiri. Korban disetubuhi Kodir (38), yang tidak lain adalah ayah angkat korban sudah berlangsung lama. Perbuatan bejat tersebut dilakukan Kodir sejak korban duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA), Korda Banyuwangi bersama Forum Rogojampi Bersatu (FRB) turut mengawal kasus pencabulan yang dialami oleh AR, dimana korban kini hamil 7 bulan.

Veri Kurniawan SST, Ketua TRC PPA, dihadapan Insan Pers menjelaskan kalau kasus itu siap dikawal sampai Putusan Vonis Pengadilan Negeri. “Saya berterima kasih banyak pada Polsek Rogojampi karena sudah mengamankan si terduga Pelaku, yang tidak lain adalah ayah angkat korban.

Korban ini tidak memiliki ibu dan ayah kandungnya entah kemana,” Kata Very.

Lanjut Very, Keterangan dari Kapolsek tadi, bahwa Pelaku menjalankan perbuatan yang tidak benar tersebut sejak korban duduk di bangku Sekolah Dasar dan kini sudah umur 17 tahun.

TRC PPA dan FRB Rogojampi akan mengawal kasus ini hingga ada putusan dari Pengadilan,” Terang Very.

Kapolsek Rogojampi, Kompol. Sudarsono, saat dikonfirmasi terkait dengan adanya kasus pencabulan yang dilakukan ayah angkat, membenarkan, di hadapan Insan Pers di ruang kerjanya kamis, 7/1/2021.

“Kebetulan kemarin datang ke kami (Red, Polsek) korban dan wali korban pada hari Minggu, 3 Januari 2021 untuk melaporkan kejadian pencabulan. Langkah-langkah sudah kami laksanakan, seperti pemeriksaan, visume dan melakukan upaya paksa terhadap Terlapor,” Terang Kapolsek Rohgojampi.

“Sekarang terlapor ada di Rutan Polsek untuk menunggu proses lebih lanjut, dan korban sendiri sekarang umur sekitar 17 tahun.

Keterangan dari Anggota Polsek sebelumnya ada Mediasi di Desa, tapi Terlapor ini tidak ada dan sempat kita tanya ternyata ada di Pasuruan,” Lanjut Kompol Sudarmono.

“Kejadian ini sudah berjalan 6 tahun lalu, saat korban duduk di bangku Sekolah Dasar.

Terlapor akan disangkakan Pasal 81 UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Minimal hukuman kurungan penjara 5 Tahun dan maksimal 15 Tahun,” Pungkas mantan Kasat Airud Polresta Banyuwangi

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper