suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Nanang Sucipto: Warga Desa Lundo Terdampak Banjir, Tak Tersentuh Oleh BPBD Gresik.

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

GRESIK (Suara Publik.com) - Sangat miris mendengarnya, warga desa Lundo kecamatan Benjeng selama 2 kali di terjang banjir luapan kali lamong tidak ada perhatian atau tersentuh keterlibatan peran dari BPBD Kabupaten Gresik selaku instansi yang menangani tanggap bencana alam di wilayah kabupaten Gresik.

" Dua kali bencana banjir yang menerjang desa Lundo di akhir tahun 2020, masyarakat terdampak banjir luapan kali lamong belum tersentuh sama sekali bantuan maupun penanganan tanggap bencana dari BPBD," ungkap Kades Lundo Nanang sucipto kepada awak media pada Kamis (7/1/2021).

Diterangkan oleh Kades Lundo, banjir akibat intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu sungai kali lamong di Mojokerto dan Lamongan serta wilayah Gresik khususnya Benjeng  yang menerjang di wilayah kecamatan Benjeng  yang pertama terendam adalah di desa Lundo sebelum desa lainnya. 

100%100%

Ditambahkannya, banjir pertama merendam 454 rumah, areal persawahan 180 ha dan fasilitas umum seperti jalan poros desa, jalan lingkungan, kantor desa, kantor dusun, polindes, mushola dan masjid.

Banjir kedua  lebih parah daripada banjir pertama di akhir tahun kemarin (tahun 2020,red) kembali menerjang 480 rumah, persawahan dan fasum. Selain desa Lundo, lanjut dia desa-desa di wilayah selatan kecamatan Benjeng yang terletak di pinggir DAS kali Lamong, yang terdampak banjir tidak tersentuh bantuan dari BPBD.

" Instansi seperti BPBD terlihat tidak responsif dan kepedulian terhadap adanya  bencana banjir luapan kali lamong seperti yang menerjang desa Lundo. Saya tidak habis pikir, "tandas Nanang sucipto.(imam )

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper