suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Ragil PL "Kurir 200 Gram Sabu dan 30 Pil Ekstasi, Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara.

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Ragil Prasetyo Laksono, menjalani sidang digelar di ruang Cakra PN.Surabaya, secara online (06/01/2021).
Foto: Terdakwa Ragil Prasetyo Laksono, menjalani sidang digelar di ruang Cakra PN.Surabaya, secara online (06/01/2021).
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (Suara Publik) - Sidang perkara penyalagunaan Narkotika jenis sabu dan pil Ekstacy, dengan terdakwa Ragil Prasetyo Laksono, digelar di ruang Cakra Pengadilan Negeri ( PN) Surabaya, secara online (06/01/2021).

Dalam dakwaannya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Neldy Denny,SH dari Kejari Surabaya, yang dibacakan oleh Jaksa Nurhayati,SH, mendakwa terdakwa Ragil, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Saksi yang dihadirkan oleh Jaksa dari Kepolisian yang menangkap terdakwa, Saksi Agus Purwanto, menerangkan bahwa telah menangkap terdakwa Ragil, berdasarkan informasi dari masyarakat adanya transaksi Narkotika jenis sabu dan pil Ekstacy.

Menurut saksi, terdakwa meranjau sabu dan pil Ekstacy, dan saat dilakukan penangkapan ditemukan sabu dirumahnya Ds. Kedungwonokerto Kec. Prambon Kab. Sidoarjo, ditemukan barang bukti berupa, sabu seberat 47 gram, dan sabu se berat 10,45 gram.

Terdakwa mengaku hanya sebagai kurir untuk menimbang dan meranjau atas perintah bosnya. Dan awalnya mengambil sabu seberat 200 gram di Malang dan pil Ekstacy di Pandaan. Terdakwa hanya mendapat upah sabu saja.

Semua keterangan saksi dari kepolisian yang menangkap, dibenarkan oleh terdakwa.

Sidang akan dilanjutnya Minggu depan dengan agenda pemeeiksaan terdakwa.

Diketahui terdakwa Ragil Prasetyo Laksono bin Mashudi bersama saksi Arvi Ardiana Yahya bin Riyanto ( dalam berkas terpisah) Sekitar Bulan Juni 2020, Bertempat di daerah kolam renang Saigon Sengon Purwodadi Pasuruan dan di jl. Raya klojen rampal Malang, "Melakukan Permufakatan jahat tindak pidana narkotika, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 gram “.

Terdakwa dihubungi bosnya Radek untuk mengambil sabu di Malang dan ekstacy di daerah Pandaan. Terdakwa berangkat dan dihubungi seseorang melalui telpon whats up dan diarahkan untuk kearah daerah kolam renang saigon sengon purwodadi Pasuruan.

Ekstacy 100 butir dibungkus makanan ringan ditaruh di jalan Raya Sengon Purwodadi Pasuruan. Sekitar sejam, saksi Arvi Ardiana (berkas terpisah) menyuruh terdakwa mengambil sabu di bundaran Rampal Malang.

Pukul 20.00 wib saksi Arvi menelpon terdakwa untuk mengambil ranjau sabu sebanyak 200 gram di pinggir raya Klojen Rampal Malang.

Selanjutnya hari minggu tanggal 14 juni 2020 terdakwa diperintah oleh bosnya Radek untuk menimbang sabu memecah menjadi 3 plastik masing masing berisi 10 gram, untuk diranjau di pompa bensin prambon.

Sabu 40 gram dan 20 gram pada tanggal 15 Juni 2020, terdakwa meranjau kembali di pompa bensin prambon.

Terdakwa tanggal 17 Juni 2020, kembali menimbang sabu dan meranjau 10 gram, 15 gram di pom bensin perambon, dan 5 gram di pompa bensin watu tulis prambon Sidoarjo.

Selanjutnya sabu 15 gram,15 gram dan 3 gram diranjau terdakwa di pompa bensin prambon, Sedangkan untuk extasy diperintah oleh radek untuk memberi dan menyelipkan ke pemesan narkotika jenis sabu yang terdakwa ranjau.

Polisi berhasil menangkap Ragil Prasetyo Laksono dirumahnya, pada hari jumat tanggal 19 Juni 2020 sekira pukul 18.30 wib di Dsn. Wonokerto Barat Prambon Kab. Sidoarjo, RT. 01/01 Ds/ Kedungwonokerto Kec. Prambon Kab. Sidoarjo, tepatnya dirumahnya terdakwa dan ditemukan barang bukti berupa, 1Plastik klip sabu dengan berat 47,27 gram, 1 plastic klip berisi sabu dengan berat 10,45 gram.

1 Plastik klip yang didalamnya berisi pil ekstacy warna hijau dengan logo hainneken, jumlah 30 butir seberat 12,55 gram. Terdakwa mengaku mendapat barang dari saksi Arvi Ardiana dengan cara diranjau di bundaran Tanpa Malang.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper