suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Gelapkan Uang Perusahaan Sebesar Rp. 101 Juta, Septi Nur Diganjar 18 Bulan Penjara.

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Septi Nur Indayati menjalani sidang di ruang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, secara online.Rabu (14/01/2020).
Foto: Terdakwa Septi Nur Indayati menjalani sidang di ruang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, secara online.Rabu (14/01/2020).
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (Suara Publik.com) - Gelapkan uang perusahaan tempatnya bekerja, terdakwa Septi Nur Indayati binti Yusuf Bejo, yang menjabat bagian Staff Administrasi di PT.Sahabat Daya Teknik, menjalani sidang di ruang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, secara online.Rabu (14/01/2020).

Sidang dengan agenda pembacaan amar putusan oleh majelis hakim yang memimpin persidangan , setelah mendengarkan surat dakwaan JPU, saksi saksi yang dihadirkan, pemeriksaan terhadap terdakwa Septi Nur, mendengarkan tuntutan dari JPU, mendengarkan pembelaan dari Kuasa hukum terdakwa, menimbang, Mengadili, Menyatakan terdakwa Septi Nur Indayati, terbukti bersalah dan menyakinkan, dengan Sengaja memiliki barang milik orang lain dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan.

Sehingga membuat kerugian Perusahaan tempat terdakwa bekerja, dengan kerugian 101 Juta, yang digunakan untuk kebutuhannya sendiri.

Sebagaimana diatur terhadap unsur pasal 374 KUHP telah memenuhi unsur, sesuai dengan dakwaan JPU. Menjatuhkan hukuman 1 tahun dan 6 bulan penjara, dikurangkan seluruhnya selama terdakwa berada di dalam tahanan, dan memerintahkan terdakwa tetap ditahan.

Menyatakan Barang Bukti beberapa berkas dikembalikan ke PT SAHABAT DAYA TEKNIK. Putusan hakim lebih tinggi, dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Suwarti dari Kejari Surabaya, dengan tuntutan 1 tahun (12 bulan) penjara.

Terhadap putusan hakim, terdakwa Septi Nur Indayati menyatakan pikir pikir selama satu Minggu, dan jaksa juga menyatakan pikir pikir.

Diketahui, berawal, terdakwa bekerja di PT SAHABAT DAYA TEKNIK dengan jabatan pada Staff Administrasi dengan gaji Rp. 3.500.000,-tiap bulannya.

Tugas terdakwa mengatur keluar masuknya uang kas kecil, membuat invois dan faktur pajak, membuat daftar hutang piutang, menagih customer dan mengambil giro, menghitung dan membayar gaji karyawan proyek, mengambil cek, membuat laporan pengeluaran bulanan kas kecil piutang dan hutang.

Atas tugas tersebut, terdakwa membuat nota kas keluar laporan bulanan palsu. Dengan cara menghapus nilai pengeluaran dengan tip x , mengganti dengan nilai baru dan menyamakan dengan laporan bulanan, berubah lebih besar.

Selanjutnya pada tanggal 10 April 2020 sampai 12 April 2020, dilakukan audit internal oleh saksi Joe Lucky sebagai Pemilik dari PT SAHABAT DAYA TEKNIK.

Dari hasil audit internal tersebut kerugian dialami oleh saksi Joe Lucky sejak bulan Juli 2018 sampai bulan Maret 2020, Bahwa untuk alur keluar masuk uang pada PT SAHABAT DAYA TEKNIK dilakukan oleh terdakwa sebagai staff administrasi dengan cara terdakwa dalam 2 kali seminggu.

Berdasarkan temuan internal audit yang dilakukan oleh saksi Joe Lucky kemudian dilakukan rapat yang dihadiri oleh terdakwa, saksi Joe Lucky sebagai pemilik PT SAHABAT DAYA TEKNIK, saksi Aristasari sebagai kepala bagian keuangan, saksi Elsa Damayanti sebagi Administasi dan bagian pembelian, dan saksi Angga Adhi Pradana sebagai Mekanik, Terdakwa menggunakan uang milik perusahaan karena khilaf dan ada permasalahan perekonomian keluarga.

Akibat perbuatan terdakwa kerugian yang dialami saksi Joe Lucky sebagai pemilik PT SAHABAT DAYA TEKNIK , sebesar Rp. 101.493.503,-.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper