Menurut sumber, pengerjaan penahan tebing memakai bahan batu gunung, bukan batu kali. Dan ukuran bahan campuran adonan yang dipakai untuk pasangan batu tersebut, diduga memakai komposisi 1 sak semen dicampur 5 hingga 6 sak pasir, bukan 1 sak semen dicampur 4 sak pasir.
“Pihak PT. Adi Karya belum memberikan ganti rugi tanah kuburan yang dilewatinya saat mengerjakan proyek,” sesal warga.
Projek Manajer (PM) PT. Adi Karya, Ismail selaku pelaksana lapangan pengerjaan proyek, terkesan enggan ditemui suara-publik.com. Menurut security PT yang berkantor di wilayah Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, mengatakan bahwa Ismail sebagai PM-nya PT. Adi Karya.
“Mungkin Bapak Ismail lagi rapat dengan orang-orang Adi Karya Pusat. Tapi setelah saya lihat masuk ke kantor, Bapak Ismail tidak ada di ruangan kantor. Bapak Ismail bersama orang–orang Adi Karya Pusat memonitoring ke lapangan. Saya itu tidak tahu kalau yang berangkat naik mobil bersama orang Adi Karya Pusat tersebut adalah Bapak Ismail,” ketusnya. (Twi)
Editor : Pak RW