suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Gelapkan 5559 Buah Ban Seharga 8,8 Milyar, Prasetya, Yovita, Anggraini dan Firda Diadili

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Prasetya Pramudita, Govita Sofyana, Anggraini Kusuma dan Firda Anisa Putri, perkara gelapkan ribuan ban, menjalani sidang di ruang Cakra PN.Surabaya, secara online,Kamis (04/02/2021).
Foto: Terdakwa Prasetya Pramudita, Govita Sofyana, Anggraini Kusuma dan Firda Anisa Putri, perkara gelapkan ribuan ban, menjalani sidang di ruang Cakra PN.Surabaya, secara online,Kamis (04/02/2021).
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (Suara Publik) - Sidang perkara penggelapan ban truk sebanyak 5559 buah secara berkelanjutan selama satu tahun, dengan empat terdakwa, yakni terdakwa I Prasetya Pramudita, terdakwa II Govita Sofyana Rahmah, terdakwa III Anggraini Kusuma dan terdakwa IV Firda Anisa Putri, diruang Cakra PN.Surabaya secara online di Kamis (04/02/2021).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yusuf Akbar,SH dari Kejari Tanjung Perak Surabaya, menghadirkan dua orang saksi pemilik usaha ban PT.Gajamada ban Mandiri, yakni Salim Jamin sebagai Direktur PT.Gajahmada ban Mandiri dan Saksi Fani yang mengelolah perusahaan PT.Gajahmada Mandiri.

Saksi Salim Jamin menerangkan kalau keempat terdakwa bekerja di perusahaannya, Prasetya sebagai supir, Govita Sofyana sebagai kepala gudang dan Anggraini dan Firda sebagai admin gudang.

Saksi Salim melaporkan ada kehilangan ban dalam selisih pengeluaran dari gudang sejak September tahun 2019 sampai Agustus tahun 2020, kerugian mencapai 9 Miliar an.

Salim menjelaskan jarang lakukan Stok opname, saksi melihat adanya ban keluar 15 buah tapi tidak ada perintah keluar. Itu jelas saksi, dilihat dari CCTV adanya pengambilan ban tanpa ada ijin.

Dan ban ban yang digelapkan oleh para terdakwa dijual ke toko ban jalan Sidodadi. Akhirnya saksi Salim Jamin melaporkan kehilangan ban truk diperusahaannya ke Polisi yang melapor saksi Fani.

Saksi Fani menerangkan bahwa mengenal keempat terdakwa karena semua adalah karyawan di perusahaan saksi Fani. Dalam kesaksian Fani, pada intinya sama dengan saksi Salim Jamin, yakni mengetahui ada ban truk keluar 15 buah tanpa ada perintah keluar, saat itu dilihat pada 24 Agustus 2019 melalui CCTV, saat mengetahui kejadian tersebut saksi Fani langsung melaporkan ke Polisi.

Fani, menerangkan saat dilakukan audit menggunakan Konsultan Audit ditemukan selisih kurang dalam stok sebanyak 5559 buah ban, diketahui dilakukan penggelapan secara bertahap sejak September 2019 sampai Agustus 2020.Kerugian mencapai 8,8 Miliar.

Fani juga menambahkan kalau semua ban yang digelapkan, yang bagian jual Hendra, tiap hari bisa sampai 50 ban, hasilnya mencapai 100 juta, uang hasil penjualan dibagi ke 12 yang lakukan kongkalikong. Sidang akan dilanjutkan Kamis pekan depan dengan agenda saksi yang dihadirkan nantinya.

Diketahui, bahwa terdakwa I Prasetya Pramudita, terdakwa II Govita Sofyana Rahmah, terdakwa III Anggraini Kusuma dan terdakwa IV Firda Anisa Putri bersama-sama dengan saksi Febrianto( berkas terpisah), antara bulan September 2019 sampai bulan Agustus 2020, Bertempat di Pt. Gajahmada Ban Mandiri alamat Jl. Karang Asem No. 66 A Surabaya.

”Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan, mengaku sebagai milik sendiri barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, masing-masing merupakan kejatahan atau pelanggaran, ada hubunganya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut."

Keempat terdakwa dengan tugas masing masing, telah menjual ban truk milik PT.Gajah Mada Mandiri, sebanyak 18 jenis tipe ban truk , dari yang harga 1 juta perbuah sampai yang seharga 3 juta.

PT Gajah Mada Ban Mandiri saat melakukan audit dengan Konsultan audit terjadi selisih kurang jumlah stok ban sebanyak 5559 buah, dengan total keseluruhan terjadi kerugian sebesar Rp 8.809.369.000,-.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 374 KUHP Jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper