suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Yetiek Pemilik Sabu 2,5 Kg Jaringan Medaeng Disidangkan

avatar suara-publik.com
Foto: Sidang perkara Narkotika jenis sabu, jaksa Parlan menghadirkan saksi penangkap dari Resnarkoba Polrestabes Surabaya, diruang Garuda 2, PN.Surabaya, Selasa (09/02/2021).
Foto: Sidang perkara Narkotika jenis sabu, jaksa Parlan menghadirkan saksi penangkap dari Resnarkoba Polrestabes Surabaya, diruang Garuda 2, PN.Surabaya, Selasa (09/02/2021).
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (Suara Publik) - Sidang perkara penyalagunaan narkotika jenis sabu dan mengedarkan dengan berat total sabu 2,5 kilogram, dengan terdakwa Yetiek binti Matasan (alm), diruang Garuda 2, PN.Surabaya, secara online Vidio call, Selasa (09/02/2021).

Dalam pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan,SH dari Kejari Surabaya, terdakwa yang "Tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika Golongan I beratnya melebihi 5 gram. Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Jaksa Parlan menghadirkan saksi penangkap Kusnan Efendi anggota SatResnarkoba Polrestabes Surabaya. Saksi menerangkan benar menangkap terdakwa Yatiek di kamar kos Jalan Kuwukan I No 5 Surabaya, tidak menemukan BB, lanjut dirumahnya jalan Manukan Tama Blok G No 8 Surabaya, ditemukan, Sabu 1076 gram, 7 (tujuh) plastik klip berisi sabu 100,95 gram, 100,96 gram,101 gram, 82,75 gram,14,95 gram, 4,51 gram, 2,85 gram. 1timbangan elektrik, buku tabungan. Yang semuanya berada di dalam kardus Magic Com.

Terdakwa mengakui barang sabu tersebut didapat dari kakaknya Syaiful Anam yang saat ini berada di Rutan Medaeng. Untuk pengambilan barang sabu diarahkan oleh Syaiful Anam. Terdakwa hanya meletakan dekat rumah saja.

Tugas terdakwa adalah mengambil barang dan meletakan barang untuk ranjauan. Upah untuk terdakwa 200 ribu sampai 500 ribu.

" Bagaimana keterangan saksi polisi itu ," tanya hakim. "Bukan saya yang punya barang itu yang mulia, ujar terdakwa. "Tapi kamu yang mengambil dan mengantar sabu itu kan," tanya hakim lagi. " Ya yang mulia saya hanya kurir yang diberi upah," jelas terdakwa.

Sidang akan dilanjutkan Selasa 16 Pebruari 2021, dengan agenda saksi anak usia 13 tahun dan saksi lainnya.

Diketahui dalam bulan September 2020, sekira pukul 22.00 wib, Yatiek binti Matasan (alm)bersama saksi anak Syamsiatul Qomariyah alais Ria 13 tahun yang menggendong anak terdakwa masih berusia 8 bulan, mengambil paket sabu dari orang tak dikenal seberat 1 kilogram atas perintah Syaiful Anam (DPO) melalui telpone.

Selang 6 hari terdakwa kembali mengambil sabu 1 kilogram di jalan Margomulyo, dari orang yang mengendarai mobil Toyota Inova. Terdakwa juga menerima sabu di jalan Banyu Urip Surabaya. Selanjutnya Syaiful Anam (DPO) memerintahkan membagi menjadi 10 bungkus, Terdakwa menyerahkan sabu 500 gram kepada seseorang tidak dikenal, Meranjau 3 gram sabu di puskesmas Manukan, 5 gram sabu di toko roti Holand Manukan, 2 gram sabu di belakang toko roti Holand, 1 gram sabu.

Terdakwa yetiek mendapatkan upah 200 ribu hingga 500 ribu.yang ditransfer ke rekening terdakwa yetiek, dipakai untuk kebutuhan sehari hari.

Selanjutnya pada Sabtu September 2020, sekira pukul 18.30 wib, saksi Adi Irawan, saksi Kusnan Efendi dari SatResnarkoba Polrestabes Surabaya menangkap terdakwa Yatiek.di kamar kos Jl Kuwukan I No 5 Surabaya, tidak menemukan BB, setelah digeledah dirumahnya jalan Manukan Tama Blok G No 8 Surabaya, menemukan : 1 plastik teh cina berisi sabu 1076 gram, 7 (tujuh) plastik klip berisi sabu 100,95 gram, 100,96 gram,101 gram, 82,75 gram,14,95 gram, 4,51 gram, 2,85 gram. 1timbangan elektrik, buku tabungan. Yang semuanya berada di dalam kardus Magic Com.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper