suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Curi Perhiasan Milik Majikan, Asisten Rumah Tangga Ini Dituntut 30 Bulan

avatar suara-publik.com
Foto: Saksi Luluk, mantan majikan Khusnul dihadirkan di ruang sidang, Tirta II,PN.Surabaya, Rabu (17/02/2021).
Foto: Saksi Luluk, mantan majikan Khusnul dihadirkan di ruang sidang, Tirta II,PN.Surabaya, Rabu (17/02/2021).
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (Suara Publik)- Khusnul Hotimah dituntut oleh jaksa selama dua tahun enam bulan penjara di ruang Tirta I Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Jaksa menilai terdakwa telah merugikan majikannya, Luluk, hingga puluhan juta rupiah. Menurut keterangan, sebagai saksi Luluk di persidangan, asisten rumah tangga (ART) tersebut sebenarnya sudah sering kali mengambil uang milik orang tuanya, Soetrisno di rumah Jalan Dupak V/38, Surabaya.

“Sudah sering bu hakim, orang tua saya kehilangan uang. Lah ini diulangi lagi dan jumlah kerugiannya lumayan besar jadi saya laporkan,” kata Luluk, Rabu (17/02/2021).

Luluk menjelaskan, pada saat itu ia sengaja menitipkan perhiasannya di rumah orang tuanya karena sedang ada tugas ke Jakarta. Karena rumahnya sepi, Ia khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan.

Namun, malah yang ada perhisannya senilai kurang lebih Rp 53 juta miliknya raib digondol. “Saya simpan di dalam buffet lemari orang tua saya, sudah dikunci. Di dalam ada cincin, kalung, liontin, dan lain sebagainya,” jelas Luluk.

Luluk mengatakan, setelah pulang dari Jakarta melihat sebagian perhiasannya ada yang hilang. Padahal di rumah orang tuanya tidak ada orang lain lagi, selain Khusnul, Ibu, dan bapak Luluk. “Saya tambah curiga setelah bapak saya menemukan dompet isinya perhiasan emas imitasi. Nggak taunya itu rencana Khotimah mau ngelabuhi saya menukar yang asli menjadi palsu,” ujarnya.

Setelah mendengarkan keterangan saksi Luluk, Majelis Hakim Dewi Iswani melanjutkan ke agenda pemeriksaan terdakwa. Terdakwa mengaku dirinya saat itu sengaja mengambil emas yang asli dan menukar dengan yang palsu untuk mengelabuhi.

Kemudian, emas asli yang Dia curi dijual ke pasar di dekat Pasar Pesapen, Surabaya. “Saya jual yang mulia. Buat kebutuhan sehari-hari dan biaya bangun rumah,” kata Khotimah.

Setelah mengakui perbuatannya, hakim meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gede Willy Pramana membacakan tuntutannya. Terdakwa dituntut hukuman oleh Jaksa Willy dengan hukuman dua tahun enam bulan.

“Minta keringanan lima bulan yang mulia kalau bisa. Saya punya anak,” ucapnya memelas.

Kemudian ketua hakim Dewi masih akan mendiskusikan putusan terhadap Khusnul di persidangan selanjutnya pada Rabu 27 Februari 2021. “Kalau kamu kasihan sama anakmu, kenapa harus mencuri? Oke ya jangan ulangi lagi, kasihan anakmu,” tegas Dewi.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper