MOJOKERTO(suara-publik.com)-Pengerjaan rehab berat Gedung Kantor Dinas Pekerjaan Umum (KDPU) Kota Mojokerto sungguh memalukan. Proyek yang dananya bersumber dari APBD Tahun 2014, bernilai Rp. 2.366.955.000,- disinyalir rawan korupsi. Terbukti, proyek yang dikerjakan oleh CV. Citra Sokrasana Inti (CSI) ini masih memakai reng dari bahan kayu jenis Kruing, bukan kayu jenis Kamper. Parahnya lagi, usuk, nok, gording, kuda-kuda masih memakai bahan kayu lama yang tidak layak pakai.
Temuan suara-publik.com di lokasi mendapati pengerjaan pondasi dan struktur yang digarap oleh pihak CSI, diduga mutu bahan campuran pengecorannya juga dimanipulasi. Karena komposisi campurannya dengan ukuran kurang lebih 1 sak semen : 3 sak batu teanslah : 5–6 sak pasir.
Selain itu, pengerjaan pasangan bata dan plesteran di bagian dalam maupun luar gedung yang direhab, disinyalir mutu campuran untuk pasangan bata dan plesteran sangat diragukan. Sebab komposisi campurannya diduga tanpa ukuran yang jelas, Sehingga perlu dipertanyakan.
Wiji, selaku pihak pelaksana kepada suara-publik.com, mengaku bahan kayu reng ia ganti semuanya dengan bahan kayu baru jenis Kruing yang sangat bagus, dan bahan kayu itu belinya di Pelabuhan Pasuruan. Sementara untuk usuk, gording, kuda–kuda, pastinya akan tetap menggunakan bahan kayu lama.
“Tapi bahan penutup atap gedung ini akan saya belikan bahan genteng yang sangat berkualitas, seperti contohnya ini. Dan bahan genteng ini sudah saya pesankan dari Tanggerang dengan harga kurang lebih Rp. 17.000,-/biji,” akunya.
Terpisah, Mokhamad Effendy, SH, selaku Kepala Dinas PU Kota Mojokerto saat dikonfirmasi suara-publik.com mengatakan, terus tarang, bahwa ia dengan semua SKPD di Kota Mojokerto telah bermusyawarah dan bersepakat untuk melakukan kerja sama dengan wartawan melalui satu pintu di Kabag Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol.
“Jadi kalau anda ingin tanya atau konfirmasi tentang pengerjaan ini, maka saya tidak bisa menjawab. Karena itu, lebih baik anda ke Kabag Humas dan Protokol dulu, supaya nanti saya dipanggil oleh beliau untuk menjawab konfirmasi anda,” ketusnya.
Effendy juga tidak mengetahui ukuran bahan semen, batu teanslah, pasir yang dibuat untuk campuran pengecoran dalam pengerjaan pondasi dan struktur proyek ini. “Kalau anda ingin hal tersebut, tolong tanya aja sama PPTKnya, karena itu terkait dengan teknis pengerjaan,” tambahnya. (Twi).
Editor : Pak RW