suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Edarkan Sabu, Wildan dan Zulby Diadili

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Wildan Wahyu Cahyono bersama terdakwa Zulby Maulana Afhgani, menjalani sidang di ruang Tirta II, PN.Surabaya, secara online, Vidio call,Kamis (25/02/2021).
Foto: Terdakwa Wildan Wahyu Cahyono bersama terdakwa Zulby Maulana Afhgani, menjalani sidang di ruang Tirta II, PN.Surabaya, secara online, Vidio call,Kamis (25/02/2021).
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (Suara Publik)- Sidang perkara penyalahgunaan Narkotika jenis sabu 1 poket, dengan terdakwa Wildan Wahyu Cahyono bersama terdakwa Zulby Maulana Afhgani, di ruang Tirta II, PN.Surabaya, secara online, Vidio call,Kamis (25/02/2021).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Febrian,SH dari Kejari Surabaya, mendakwa para terdakwa " Tanpa hak atau melawan hukum melakukan permufakatan jahat menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I, " Sebagaimana diatur dan diancam pidana sesuai ketentuan pasal 114 ayat (1) Jo. pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dalam sidang jaksa juga menghadirkan saksi penangkap anggota Polsek Tegalsari. Kedua saksi yakni saksi Djajag, saksi Mujahidin, yang menerangkan bahwa menangkap terlebih dahulu Zeindi di Rungkut menanggal ditemukan sabu 1/4 gram.

Hasil pengembangan ditangkap kembali dua terdakwa Wildan dan Zulby ditemukan sabu seberat 1/4 gram, yang akan dijual seharga 450 ribu. Yang ditangkap Wildan dulu baru Zulby. Dan selanjutnya ditangkap pula Chyko, dengan barang bukti 11 poket sabu.

Terhadap kesaksian polisi yang menangkap para terdakwa, keduanya membenarkan keterangan saksi. Sidang akan dilanjutkan Kamis pekan depan dengan agenda tuntutan dari JPU.

Diketahui, terdakwa Wildan Wahyu Cahyono bersama terdakwa Zulby Maulana Afhgani, Pada hari tanggal 11 November 2020 sekitar pukul 21.00 wib Bertempat di daerah Sumput Sidoarjo. Para terdakwa membeli sabu dari Dian Ari Hariyanto alias Chyko, sebanyak 1 poket harga 300 ribu.

Yang awalnya saksi Zeindi menghubungi terdakwa Zulby melalui WA. Selanjutnya terdakwa Zulby menyerahkan sabu pesanan ke terdakwa Wildan.

Terdakwa Wildan memesan sabu ke Chyko, terdakwa menuju tempat Chyko , dan diberikan sabu satu poket. Selanjutnya terdakwa Wildan menjual sabu 1/4 gram tersebut kepada Zeindi Mickolai seharga 450 ribu di Jalan Rungkut Menanggal Harapan Surabaya.

Berdasarkan pengembangan dari Zeindi pada Kamis 12 November sekira pukul 19.30 wib, dirungkut menanggal Harapan Blok I/21 Surabaya. Para terdakwa ditangkap oleh saksi Djajag, saksi Mujahidin, saksi Giwan dan saksi Samadi, anggota Polsek Tegalsari. Dilakukan penggeledahan ditemukan 1 kotak hitam berisi satu plastik klip berisi sabu 0,23 gram, 1 pipet kaca ada sisa sabu dengan berat 1,97 gram berikut pipet dan 1 HP.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper