suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Ngaku Beli Pil Ekstasi 5 Kali Pada Sinta, Christian dan Anugrah Diadili

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Christian, Anugerah dan terdakwa Sinta Nur Indah, menjalani sidang di ruang Candra PN Surabaya, secara online Senin (22/03/2021).
Foto: Terdakwa Christian, Anugerah dan terdakwa Sinta Nur Indah, menjalani sidang di ruang Candra PN Surabaya, secara online Senin (22/03/2021).
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, (Suara Publik)- Sidang perkara penyalahgunaan narkotika jenis pil Ekstacy, dengan terdakwa Christian Rotra Setiawan bersama dengan terdakwa Anugerah Hasanah Bolkiah, dan terdakwa Sinta Nur Indah ( berkas penuntutan terpisah), diruang Candra PN.Surabaya, Senin ( 22/03/2021).

Dalam dakwaannya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan, mendakwa kedua terdakwa Christian dan Anugerah terbukti melakukan perbuatan pidana "Tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan I.

" Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Saksi penangkap Erik ruang Kusuma dari Ditresnarkoba Polrestabes Surabaya, menerangkan menangkap Christian dan anugerah dikamar hotel jalan Darmo harapan sekitar jam 03.30 wib pagi.

Saat penangkapan ditemukan 3 pil ekstacy milik para terdakwa, yang mengaku membeli ekstacy dari Sinta Nur Indah seharga 1,150 juta ( tiga butir) dengan cara transfer.

Saat pengembangan terhadap Sinta Nur Indah hanya didapat 1 HP saja, saksi Sinta mengaku membeli ekstacy dari Samsul Arifin ( juga dalam berkas terpisah), tes urine terhadap Christian, Anugerah, Sinta dan Samsul Arifin dinyatakan positip semua.

Sinta menjual ekstacy mendapat keuntungan 400 ribu, per tiga butir nya. Ketiga terdakwa mengakui semua keterangan polisi, dan mengakui kesalahannya, berjanji tidak mengulangi perbuatannya.

Sidang akan dilanjutkan Senin pekan depan dengan agenda penuntutan oleh Jaksa Parlan.

Diketahui, terdakwa Christian Rotra Setiawan bersama dengan terdakwa Anugerah Hasanah Bolkiah, pada hari Rabu 18 Nopember 2020 sekira pukul 23.30 wib. di Alfamidi Jalan Sidosermo II Wonocolo Surabaya.

Terdakwa Christian Rotra Setiawan menghubungi saksi Sinta Nur Indah (berkas terpisah). melalui HP dengan maksud memebeli 3 butir pil Ekstacy dengan harga total 1,140 juta. Dibayar melalui transfer. Dengan cara patungan Anugerah 300 ribu, sisanya uang Christian.

Untuk mengambil ekstacy tersebut, kedua terdakwa menemui saksi Sinta, para terdakwa menuju Hotel Whiz Residence Darmo Harapan Jl Raya Darmo Harapan No 1 Surabaya di Kamar 343.

Pada hari Kamis 19 November 2020 sekira pukul 03.30 wib, dikamar 343 hotel Whiz Residence Darmo Harapan, saksi Maskori Hasan, Erik Ruang Kusuma dari SatResnarkoba menangkap para terdakwa, dan penggeledahan ditemukan BB 3 butir pil Ekstacy (0,82 gram) di saku kanan celana milik terdakwa Christian, dan 1 HP. Kedua terdakwa mengaku sudah lima kali membeli ekstacy dari saksi Sinta Nur Indah ( berkas penuntutan terpisah).(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper