suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Jadi Kurir 5 Kg Sabu, Ridwan dan Suwito Divonis 14 Tahun Penjara, Denda 1 Miliar

avatar suara-publik.com
Foto: Persidangan Terdakwa Ridwan bin Ramli dan terdakwa Suwoto bin Abdul Hasan, diruang Cakra PN.Surabaya, secara Vidio call, Rabu (24/03/2021).
Foto: Persidangan Terdakwa Ridwan bin Ramli dan terdakwa Suwoto bin Abdul Hasan, diruang Cakra PN.Surabaya, secara Vidio call, Rabu (24/03/2021).
suara-publik.com leaderboard

SURABAYA, (Suara Publik) - Sidang perkara penyalahgunaan narkotika jenis sabu seberat 5 kilogram lebih, dengan terdakwa Ridwan bin Ramli dan terdakwa Suwoto bin Abdul Hasan, diruang Cakra PN.Surabaya, secara Vidio call, Rabu (24/03/2021).

Agenda pembacaan putusan oleh hakim ketua Suparno, mengadili "Menyatakan terdakwa Ridwan dan Suwoto, terbukti secara sah menurut hukum telah bersalah melakukan pemufakatan jahat untuk melakukan secara tanpa hak menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 (lima) gram sebagaimana dalam dakwaan yaitu pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat 1 UU R.I No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Menjatuhkan pidana terhadap kedua terdakwa dengan pidana penjara masing–masing selama 14 tahun, denda 1 Miliar, subsider 1 bulan kurungan. Menyatakan barang bukti berupa 5 bungkus sabu seberat 5,127 gram, dirampas untuk dimusnahkan. 1 mobil Toyota Avanza dikembalikan kepada saksi Gunawan Bibisono.

Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Lujeng Andayani,SH dari Kejati Jatim, dengan hukuman 17 tahun penjara, denda 1 Miliar, subsider 3 bulan penjara.

Terhadap putusan hakim kedua terdakwa, menyatakan pikir pikir selama seminggu.

Terdakwa Ridwan bin Ramli dan terdakwa Suwoto bin Abdul Hasan dan Yustiono (berkas penuntutan terpisah). Pada hari Rabu tanggal 9 September 2020 sekira jam 14.00 wib. Bertempat didekat supermarket Superindo MERR Jl. Ir. Soekarno Hatta Surabaya "tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 (lima) gram."

Terdakwa pada hari Selasa tanggal 08 September 2020 sekitar jam 08.00 wib dan jam 17.00 wib, dirumahnya dsn.Lonangkek Sokabanah Sampang, Andi telpon terdakwa, disuruh ke Surabaya (Merr dekat Superindo jalan Ir.Sukarno- Hatta Surabaya) untuk menerima sabu- sabu lagi.

Selanjutnya terdakwa telpon terdakwa Suwito yang berada di Jember untuk ke Surabaya, di Merr untuk menerima sabu. Selanjutnya kedua terdakwa naik mobil disopiri terdakwa Suwito, jam 14.00 wib menuju merr Sukarno Hatta bertemu Yustiono ( berkas terpisah), untuk menerima sabu 5 bungkus plastik sabu masing- masing seberat 1,032 gram, 1,026 gram,1,015 gram, 1,028 gram, 1,026 gram (total sekitar 5127 gram).

Oleh terdakwa Ridwan sabu tersebut dimasukan box speker, berada di dalam mobil. Perbuatan mereka diketahui petugas BNNP Jatim laporan dari masyarakat. Adanya trasaksi Narkotika Jaringan Malaysia - Madura.

Para terdakwa ditangkap di area C Stone Hotel Jl. Kedung Cowek no. 125 Surabaya.Dilakukan peggeledahan pada terdakwa ditemukan barang bukti berupa 2HP, kartu ATM, buku tabungan BRI, uang tunai 2,6 juta didalam tas cangklong dibawa terdakwa Ridwan. Penggeledahan dalam mobil ditemukan 5 bungkus plastik berisi sabu seberat total 5127 gram (5,127 kilogram). diperoleh dari saksi Yustiono ( berkas terpisah). Terdakwa Ridwan sebelumnya juga pernah menerima sabu dari Andi (DPO) sebanyak 5 kilogram.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper