"Pendangkalan sungai di Banyu Urip sampai Benowo memang lama tidak dikeruk. Makanya aliran air yang deras meluber ke permukaan tanah," ungkap Risma.
Namun demikian, lanjut dia, pihaknya kini sudah melakukan pengerukan di sungai tersebut. "Jadi warga tidak perlu cemas," ujarnya. Tampak di beberapa titik banjir, telah dilakukan pembersihan saluran dari sampah yang menumpuk, hal tersebut lucunya, banyak juga sampah yang di bersihkan dari saluran U-Gutter maupun saluran struktur batu kali, yang terhitung masih berusia beberapa bulan saja, namun sudah menggunung sampah yang berada di dalamnya.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga menambah pompa baru di kawasan Balongsari dan Kandangan. Kedua pompa itu dijadikan alat pencegahan banjir sementara sembari menunggu pengerukan selesai dilakukan. Saluran irigasi di Surabaya Barat menang kurang ideal. Ketinggian jalan lebih rendah dari saluran air yang ada di sana, tidak heran kalau genangan air selalu saja datang ketika hujan turun,” jelasnya.
Sepanjang tahun, dalam penanganan bentuk saluran, guna pengendalian banjir, tidak dapat dikerjakan dan diantisipasi secara maksimal. Beberapa proyek penanganan banjir gagal terwujud karena anggaran yang ada tidak turun. Diakui, guna pelaksanaan tersebut pernah disediakan anggaran Rp.24 miliar untuk penanganan banjir, namun masih tetap tidak dapat diantisipasi, terkait banjir yang melanda warga sekitar Surabaya Barat.
Walaupun pengerukan dan penambahan pompa menjadi konsentrasi Dinas PU Bina Marga Dan Pematusan Pemkot Surabaya beberapa APBD yang telah terserap dalam proyek yang dilaksanakan.
Hingga saat ini banjir masih terjadi di Surabaya Barat. Warga yang tinggal di Balongsari, Kandangan, sampai Pakal masih dilanda genangan air setinggi mata kaki. Beberapa warga juga terus membentengi rumahnya dari aliran air yang terus terjadi ketika hujan turun.
Perasaan cemas telah tampak dari warga sekitar berdampak banjir tahunan, yang sebentar lagi dipastikan guyuran hujan akan terjadi sesuai jadwal berkala setiap tahun pada Oktober mendatang.
Ketinggian air tidak bisa diprediksi, setiap hujan datang air selalu saja mengenang di pemukiman dengan kategori berpenduduk padat. Perihal yang juga harus diperhatikan, dari kinerja pihak Dinas PU Bina Marga Dan Pematusan Pemkot Surabaya, Kelayakan proyek-proyek saluran yang dikerjakan, bukannya hanya bertambah banjirnya lokasi yang telah dikerjakan salurannya secara lebih permanen. (sw). foto: Akibat pendangkalan sungai, proyek saluran tidak berhasil maksimal
Editor : Pak RW