suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Larangan Mudik Lebaran, Membuat Kalangan Bawah Menjerit

avatar suara-publik.com
  • URL berhasil dicopy
Foto: SS Surat Edaran Satgas Covid-19
Foto: SS Surat Edaran Satgas Covid-19

Surabaya, (Suara Publik) - Satgas Covid-19 mengeluarkan Surat Edaran (SE) no. 13 tahun 2021 tentang larangan mudik jelang dan sesudah lebaran tahun 2021. SE itu ditandatangani oleh Letnan Jenderal Doni Monardo. 

Kebijakan ini membuat banyak kalangan bawah menjerit. Banyak nya orang tidak bekerja akibat PSBB dan PPKM Mikro. Membuat banyak penduduk musiman/pekerja rendahan berasal dari desa ancang-ancang untuk pulang kampung dan bertani. Namun dengan adanya peraturan larangan mudik. Harapan mereka hampa.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Sugeng warga musiman disekitar Pasar Kembang. "Saya sudah setahun tidak bekerja, makan dari belas kasih orang, yang saya bantu ngangkat belanjaan dan dagangan di pasar. Rencananya mendekati lebaran saya mudik untuk bertani seperti dulu. Kalau tidak boleh ya gimana lagi" tutur Sugeng.

Senada dengan Sugeng, Ika warga musiman yang bekerja di dunia hiburan. Terpaksa harus mudik awal. "Pak RW saya pamit mudik puasa pertama. Karena nanti ada larangan mudik" kata Ika pada ketua RW 3 Kupang Krajan.

Menanggapi nya, Kusworo Ketua RW 3 Kupang Krajan turut prihatin dengan kondisi saat ini. "Covid ini membuat banyak orang tidak bisa bekerja. Sejak sebelum PSBB pertama hingga saat ini saya sudah memberikan nutrisi lewat program Jumat barokah pada warga terdampak. Karena banyak warga saya yang diberhentikan dari pekerjaan. Namun karena ini kebijakan pemerintah untuk menekan penularan Covid. Yah bagaimana lagi" tutur Kusworo.

Editor :