suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Biro Kesra Jatim di Sorot, Proyek Hibah Swakelola MI A Siddiq Dikerjakan Rekanan

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, suara-publik.com - Kembali, aroma tak sedap tercium di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khusus nya Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Kali ini, proyek dana hibah senilai Rp 474 Miliar yang diperuntukkan untuk rehabilitasi gedung pendidikan sekolah madrasah, sebanyak 1917 penerima hibah kembali disorot.

Proyek swakelola yang anggarannya dari APBD Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2020 ini terindikasi cacat hukum. Salah satu contoh nya yang terjadi pada pembangunan/rehabilitasi sekolah berupa ruang kelas MI KH. A Shodiq, yang berlokasi di wilayah Kecamatan Pakal, Surabaya diduga kuat melanggar aturan.

Pasalnya, proyek kegiatan tersebut seharusnya yang mengerjakan yayasan/sekolah sebagai penerima dana hibah. Namun, kenyataannya, pembangunan ini telah dikerjakan oleh rekanan.

Diketahui, proyek pembangunan ruang kelas senilai Rp 850 juta, yang dikerjakan secara swakelola sesuai fakta integritas dengan tanda tangan kontrak pernyataan NPHD ternyata diborongkan/kontraktual ke pihak ketiga.

Dari pengamatan suarapublik.com dilapangan menyebutkan, hampir seluruh pekerjaan tidak memasang papan informasi proyek. Selain Itu, pelaksanaan pekerjaan tersebut mengalami kemoloran waktu. Kegiatan ini baru selesai dikerjakan Bulan ini (akhir April) 2021.

Dikonfirmasi Kepala Sekolah MI A.Siddiq, Masykur, mengaku jika dirinya tidak tahu apa-apa tentang proyek tersebut. Bahkan Masykur terkesan acuh dan cuek saat kuli tinta ini ingin menanyakan lebih jauh soal proyek swakelola bantuan dari Biro Kesra Jatim ini.

Pihaknya buru-buru menghindari dengan meninggalkan ruangannya dan bergegas pergi keluar sekolah dengan menggunakan motor. "Saya tidak tahu apa-apa mas, saya hanya terima bangunan saja, semua sudah dikerjakan dan di borong oleh pihak provinsi, saya hanya dikasih sarung saja satu," kata Masykur sambil setengah tergesa-gesa meninggalkan ruang kerjanya, Selasa (27/04/2021).

Selain Itu, Ketua komite Sekolah MI A. Siddiq, Anam saat di konfirmasi via pesan whatsApp, terkait proyek swakelola dana hibh tersebut belum memberikan balasan.

Ditempat terpisah, Ketua Pembina LSM LEDAK, H. Marlan ikut mengkritisi. Dirinya mengecam keras atas sikap Kepala Sekolah MI A. Siddiq yang telah melecehkan kerja jurnalis. Bahkan lembaga anti Korupsi ini akan menindak lanjuti sesuai prosedur yang ada. "Maksudnya apa gak tau itu mas, itu uang rakyat, jangan main-main dengan anggaran uang negara, saya akan mendalami perkara ini, melakukan pulbaket dan format laporan ke penegak hukum akan segera kita siapkan," tegas H. Marlan.

Marlan mengatakan, bukan hanya Kepala Sekolah MI A. Siddiq yang bertanggung jawab, namun, Ketua Komite turut serta bertanggung jawab. Sebab, apapun kegiatan yang di lakukan oleh sekolah pihak komite pastinya mengetahui.

Menurut aturan, Jika pekerjaan hibah swakelola ternyata dikerjakan oleh pihak ketiga berpotensi melanggar undang-undang no 8 tahun 2018 tentang Swakelola. "Kalau memang sudah ada bukti rekaman dari pernyataan kepala sekolah, nanti kita tinggal koordinasi dengan Biro Kesra untuk diteruskan ke penegak hukum," tambah H.Marlan.

"Perlu digaris bawahi, nanti ada tim kita yang akan menghitung secara detail terkait RAB, ini akan kita usut tuntas." pungkas H.Marlan. (Sul/imam).

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper