suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Demi Sekolahkan Anak, Tueb Jual Sabu

avatar suara-publik.com
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, Suara Publik - Terdakwa Tueb bin Samsuri (53), hanya bisa menyesali perbuatannya dipersidangan secara online, diruang Cakra PN.Surabaya. Pria yang sudah dua kali keluar masuk penjara ini didakwa dengan pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad Muzakki,SH, dari Kejari Surabaya.

Mulanya, warga Jalan Bratang Wetan Gang 2, No 32 itu kepergok Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya menyimpan 22 poket sabu-sabu di kamar kosnya. 

Tueb mengaku mendapatkan SS tersebut dari seseorang bernama Alex (DPO). Dia membeli sabu seberat 4 gram seharga Rp 800 ribu per gramnya. Total keseluruhan sabu tersebut senilai Rp 3,4 juta. 

Di persidangan, Jaksa Muzakki hadirkan dua saksi penangkap. Yakni Bambang Agus dan I Made Parnada Dharma. Berdasarkan informasi dari masyarakat, Rabu 3 Februari 2021 sekitar pukul 11.00, Bambang dan Parnada menggrebek indekos terdakwa. 

Di rumah tersebut ditemukan 22 poket Sabu yang belum sempat terjual. 

“Terdakwa mengaku sudah sepuluh kali menjual sabu. Berdasarkan bukti tersebut terdakwa kami amankan,” kata Bambang dan Parnada, Selasa (27/04/2021). 

Alasan Tueb menjual sabu, yakni untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, alasan klasik lainnya untuk membiayaai sekolah anak. “Anak saya butuh biaya pak hakim. Saya nggak ada kerjaan terpaksa jual sabu. Saya kapok pak hakim,” jelas Tueb kepada Majelis hakim. 

Tueb mengaku sebelumnya pernah dipenjara lantaraan terlibat kasus perjudian. Kini dia masuk kembali ke penjara terlibat kasus yang lebih berat lagi. 

Usai mendengarkan keterangan tersebut, majelis hakim menutup persidangan dan dilanjutkan Selasa, 4 Mei 2021. “Sidang dilanjutkan pekan depan, sidang ditutup,” kata majelis hakim yang memimpin persidangan.

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper