suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Jaksa Hadirkan Saksi Penangkap, Terkait Sidang Agus Didik "Residivis Narkoba"

avatar suara-publik.com
Foto atas: Terdakwa Agus Didik, perkara sabu, menjalani sidang diruang Candra,PN.Surabaya, secara online.Kamis (29/04/2021). Foto bawah: Saksi penangkap dari anggota Polrestabes Surabaya
Foto atas: Terdakwa Agus Didik, perkara sabu, menjalani sidang diruang Candra,PN.Surabaya, secara online.Kamis (29/04/2021). Foto bawah: Saksi penangkap dari anggota Polrestabes Surabaya
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, Suara Publik - Sidang perkara penyalahgunaan Narkotika jenis Sabu seberat 100 gram, dengan terdakwa Agus Didik alias Dika bin Rofiq, diruang Candra PN.Surabaya, secara online,Kamis (29/04/2021).

Sidang dengan agenda menghadirkan saksi penangkap dari Kepolisian Polrestabes Surabaya yakni saksi Adi Irawan dan saksi Suripno, menerangkan menangkap terdakwa Agus didik di jalan raya manukan, dari pengembangan sebelumnya telah menangkap Andri Kurnia Sandi di Buduran Sidoarjo dengan barang bukti 6 poket sabu, HP dan timbangan elektrik.

Yang diakui oleh Andri barang sabu tersebut didapat dari terdakwa Agus didik di jalan Margomulyo, dengan cara ranjau, keseluruhan seberat 100 gram sabu, diletakan didalam jok sepeda motor terdakwa.

Saat dikembangkan oleh polisi, di HP milik Andri Kurnia sandi ada nama terdakwa Agus didik, yang sebelumnya hanya berupa nomer HP, yang belakangan diketahui itu nomer milik terdakwa, dan dilakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Saksi juga menjelaskan kalau terdakwa hanya menerima barang sabu dari bandar, yang selanjutnya diranjau kepada kurir dan pemesan. Saat dites urine dengan hasil negatif.

100%100%

" Apakah sudah dilakukan konfrontir antara Andri dengan terdakwa, harus ada tali antara Andri dan Agus," tanya hakim Johannis. " Kami berdasarkan nomer HP Agus didik ada di HP Andri, dan Andri mengaku sering ambil sabu atas ranjauan terdakwa ," jawab saksi.

Diketahui terdakwa pernah dihukum 7 tahun penjara di tahun 2013, terdakwa memiliki bos bernama Ibrahim Isa, saat sama sama mendekam di Lapas Madiun. Saat dikembangkan kembali terdakwa Agus memiliki mobil , uang 180 juta, menunjukan memang terdakwa sebagai pelaku peredaran sabu- sabu sejak lama.

Terhadap keterangan saksi polisi, terdakwa Agus membantah keterangan saksi, dan menyatakan keterangan saksi semuanya tidak benar.

Sidang akan dilanjutkan Kamis pekan depan, masih saksi dari JPU.

Diketahui, berawal terdakwa Agus Didik dihubungi Ibrahim Isa (DPO) sebagai bandar, kemudian diberi nomer telepone milik saksi Andri Kurnia Sandi ( berkas terpisah), untuk menerima paketan sabu dari Ibrahim Isa (DPO) yang dititipkan terdakwa Agus Didik.

Selanjutnya hari Rabu 16 September 2020 jam 17.00 wib di jalan Margomulyo Surabaya, terdakwa bertemu saksi Andri Kurnia Sandi, Andri mengambil sabu dari terdakwa 100 gram dari jok motor, terdakwa mendapat upah dari Bandar Ibrahim Aisa (DPO) sebesar 250 ribu.

Saksi Andri Kurnia sandi ditangkap oleh petugas Polrestabes Surabaya, di kamar kost Dusun Pendopo, Buduran Sidoarjo, dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti 1 poket plastik berisi sabu dengan berat 1,44 gram, 0,43 gram, 0,41 gram, 0,38 gram,0,31 gram, 0,20 gram, 2 HP, timbangan elektrik.

Informasi dari saksi penangkap Adi Irawan dan saksi Suripno, terdakwa Agus Didik ditangkap di jalan Manukan Surabaya, dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 2HP.

Dirumah terdakwa Agus Didik Menganti Gresik ditemukan 2 HP, Buku Tabungan , Kartu ATM, 1 unit Sepeda motor PCX milik kakak terdakwa yang dipinjam.

Perbuatan terdakwa, diancam sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper