suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Jadi Kurir 200 Pil Ekstasi dan 50 Gram Sabu, Samsul Arifin Diadili Secara Online

avatar suara-publik.com
Foto: Saksi penangkap dari SatResnarkoba Polrestabes Surabaya.
Foto: Saksi penangkap dari SatResnarkoba Polrestabes Surabaya.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, Suara Publik - Sidang perkara Narkotika jenis pil ekstacy dan sabu- sabu, dengan terdakwa Syamsul Arifin bin Usman, diruang Cakra,PN.Surabaya, secara online,Selasa (18/05/2021).

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan, SH, dari Kejari Surabaya, bahwa terdakwa terbukti secara sah melawan hukum dengan "tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram." Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sidang dilanjutkan dengan mendengarkan saksi penangkap dari SatResnarkoba Polrestabes Surabaya, saksi Bayu dan Heffi.

Dalam keterangannya, saksi membenarkan telah menangkap terdakwa dirumahnya, dengan barang bukti 100 butir pil Ekstacy, dan dibungkus lain 76 pil Ekstacy ditemukan dalam lemari, dan 28 gram sabu dalam dompet terdakwa.

Diakui oleh terdakwa bahwa barang haram tersebut milik Zainul ( DPO), terdakwa hanya sebagai pengantar dan mengambil ranjauan, dengan upah 1,4 juta, dan memakai sabu secara gratis.

Semua keterangan saksi dibenarkan oleh terdakwa Syamsul Arifin, dan saat pemeriksaan terdakwa mengakui semua perbuatannya, telah menjadi kurir dan mengambil ranjauan sebanyak empat kali.

" Pemeriksaan terdakwa sudah selesai ya, kapan Jaksa memberikan tuntutannya," tanya hakim Fadjar. " Kami mohon waktu satu Minggu yang mulia untuk penuntutan," jawab jaksa Parlan.

Sidang ditutup dengan ketokan palu oleh hakim.

Pada hari Senin 15 Februari 2021 sekira pukul 06.30, terdakwa Syamsul Arifin bin Usman, menerima pesan Whatsapp dari Zainul alias Vian (DPO). untuk mengambil ranjauan paket ekstacy dan sabu dipasar Krian.

Terdakwa mengambil paket ekstacy dipinggir jalan raya Wonokerto Mojokerto, 2 bungkus klip plastik masing masing berisi 100 butir ekstacy. Selanjutnya perintah dari Zainul (DPO).

Pada hari Kamis 18 Pebruari 2021, Menyuruh terdakwa mengambil poket sabu seberat 50 gram di daerah Manukan. Pengiriman narkoba oleh terdakwa atas perintah Zainul DPO, diranjau 10 gram di jalan Arjuno, 3 gram di Jalan Dupak Jaya, 3 gram di Jalan Petemon Barat, 10 butir ekstacy di bawah rambu dekat SPBU Jalan Bromo Surabaya.

Terdakwa Syamsul Arifin mendapatkan upah 1,4 juta dari Zainul DPO, juga menggunakan sabu secara gratis.

Selanjutnya di rumah Jalan Petemon V No. 77 Sawahan Surabaya, saksi Bayu Juarda dan saksi Heffy Aris tim Satresnarkoba Polrestabes Surabaya menangkap terdakwa.

Dilakukan penggeledahan ditemukan 1 poket plastik berisi 100 butir pil Ekstacy ( 30,46 gram),1 poket plastik berisi 76 butir pil Ekstacy (23,10 gram) dalam kotak kaleng laci lemari.1 poket sabu dengan berat 28 gram, 2 timbangan elektrik, 1 HP, 1 kartu ATM. atas nama Syamsul Arifin, yang ditemukan dalam di dompet.

Terdakwa Syamsul Arifin, perkara 200 butir ekstacy dan 50 gram sabu, menjalani sidang di ruang Cakra, PN.Surabaya, secara online, Selasa, (18/05/2021).(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper