SURABAYA, (suarapublik.com) - Banyaknya elemen masyarakat yang menyikapi atas dugaan pelanggaran Protokol Kesehatan (Prokes) dalam perayaan pesta ulang tahun Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa (56 th), yang digelar di gedung Grahadi (18/5/2021) berbuntut panjang. Pasalnya, beberapa kelompok masyakat baik Ormas maupun LSM melaporkan ke Polda Jatim.
Tak semuanya elemen masyarakat yang kontra dengan kegiatan tersebut. Salah satunya, LSM MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia) Koorwil Provinsi Jawa Timur ini mempunyai pendapat lain yang lebih bijak. Menurut Heru Satriyo, S. Pd selaku Ketum MAKI Jatim ini menyampaikan kajian berkenaan dengan maraknya pelaporan yang dilakukan beberapa teman sejawatnya agar mengedepankan kearifan lokal dan menyelesaikan masalah ini dengan baik dan benar.
"Mengajak seluruh masyarakat jawa timur untuk lebih fokus dan support total terkait aplikasi program pemerintah Provinsi Jawa Timur demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur sebagai penerima program. Mengajak LSM, Ormas dan rekan rekan aktivis untuk menyudahi segala polemik yang berkaitan dengan issue dugaan pelanggaran prokes dari Ibunda Khofifah, Gubernur Jawa Timur," ujarnya saat ditemui di kediamannya, Selasa (25/5/2021).
Masih menurut Heru, bahwa masih banyak yang bisa dilakukan dalam rangka menajamkan fungsi pengabdian. Sebab, lebih mulia daripada memainkan di ranah isue yang jauh dari sifat dan sikap kearifan lokal masyarakat Jawa Timur serta dari pemangku kebijakan.
"Lebih mengajak masyarakat untuk lebih meningkatkan peran sertanya terutama dalam hal pemberdayaan UKM dan UMKM yang menjadi parameter dan sarana utama nyata untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat Jawa Timur," tuturnya.
Untuk Itu, Ia menjelaskan, bahwa MAKI Jatim akan terus menjadi garda terdepan dalam mengawal program pembangunan Pemerintah Propinsi Jawa Timur dan menjadi pengawal terbaik untuk menghapus keberagaman issue pembangunan yang mengarah kepada monopoli dan segala aplikasi praktek korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
"Terakhir, sekali lagi MAKI Jatim meminta kepada semua pengawas dan pengamat dalam bingkai LSM, Ormas pejuang aktivis untuk menyudahi issue Ultah Jatim 1 yang sama sekali jauh dari semangat pembangunan Pemprov. Jatim. Cukup semuanya," ungkap Heru dengan tegas.
Heru menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat yang tidak sejalan dengan pemerintahan agar menghentikan aksinya. Selain Itu, Ia mengutuk keras kepada pihak-pihak yang mencoba "menyamakan" pelanggaran prokes tersebut dgn kasus HRS (Habib Riziq Shihab) yg sama sekali tidak ada korelasi atau hubungannya.
"Saya ini HRS, Karena nama saya Heru Satriyo, sehingga wajar Kalau disingkat HRS," tukasnya.
"Beliau Ibu Gubernur Jawa Timur sudah minta maaf, kita ini lahir dari rasa ewuh pekewuh, selalu menghargai dan menghormati pemimpin serta orang tua, itu petuah Jawa," pungkas Heru Satriyo
Editor : Redaksi