suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Dikira Mau Curi Motor, Saat Ditangkap Sultan Bukannya Bawa Kunci T, Tapi Membawa Sabu

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Sultan Adriansyah, menjalani sidang di ruang Candra PN.Surabaya, secara online, Senin (07/06/2021).</p>
Foto: Terdakwa Sultan Adriansyah, menjalani sidang di ruang Candra PN.Surabaya, secara online, Senin (07/06/2021).</p>
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, Suara Publik - Sultan Aldriansyah diadili perkara penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu. Pria kelahiran Surabaya, 28 April 2000 itu hanya bisa menyesali perbuatannya ketika disidang di ruang Candra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. 

Dalam surat dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gede Willy Pramana menuturkan, pada Februari 2021 lalu terdakwa diajak oleh temannya, Ian alias Bon Bon (DPO) untuk menikmati sabu-sabu secara bersama sama di rumah Jalan Tenggilis Mejoyo, Surabaya. 

“Setelah selesai menikmati sabu, Sultan pergi ke Alfamidi, Jalan Mulyosari. Ketika di minimarket tersebut, terdakwa dicurigai oleh saksi penangkap Dedy Hendro dan Lutfi Rahman yang merupakan anggota Polri,” kata JPU Willy, Senin (07/06/2021). 

Sementara itu, saksi Dedy yang dihadirkan oleh JPU Willy mengatakan, dirinya waktu itu sedang memantau lokasi tersebut karena sering menerima laporan adanya aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor). 

Akan tetapi, bukannya pelaku curanmor yang didapat, malah terdakwa Sultan yang saat itu gerak-geriknya tampak mencurigakan Dedy dan Lutfi. 

“Saat itu terdakwa mencurigakan karena seperti kebingungan mencari kunci. Gelagatnya seperti mau mencuri motor, kami berdua yang sedang memantau langsung melakukan penggeledahan,” ujar saksi Dedy. 

Dedy juga menjelaskan ketika dilakukan penggeledahan bukannya menemukan alat bukti untuk aksi curanmor. Pihaknya malah menemukan sabu-sabu yang diselipkan dalam bungkus rokok dan disimpan di tas selempang milik terdakwa.

 “Dia (terdakwa, red) waktu itu bingung cari kunci. Saya curigai, ternyata bawa sabu,” jelas Polisi yang bertugas di Polsek Mulyorejo tersebut. 

Setelah mendengarkan keterangan saksi, terdakwa membenarkannya kalau bukti sabu seberat 0,045 gram tersebut merupakan sisa pesta bersama dengan Bon Bon. Rencananya, sabu itu akan dipakai di rumahnya di Jalan Kupang Kidul, Surabaya. 

“Saya dikasih Cuma-Cuma pak, karena dia teman lama dan sering main game online bareng,” aku terdakwa. 

Setelah itu, Majelis Hakim Yohanes Hehamony meminta JPU Willy agar mempersiapkan tuntutan untuk terdakwa pada persidangan selanjutnya. “Sidang ditunda dan dilanjutkan pekan depan tanggal 14 Juni 2021,” tutup Yohanes.(Sam)

 

 

 

 

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper