suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Nyambi Jualan Sabu, Kuli Bangunan Ini Diadili

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Sultoni, perkara narkotika jenis sabu, menjalani sidang diruang Cakra PN.Surabaya, secara online.
Foto: Terdakwa Sultoni, perkara narkotika jenis sabu, menjalani sidang diruang Cakra PN.Surabaya, secara online.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, Suara Publik - Sultoni bin Chamdu, 41, diadili di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Warga Jalan Kejawen Gebang Gang 5, Kelurahan Gebang, Kecamatan Sukolilo Surabaya itu lantas terlibat penyalahgunaan narkotika jenis sabu. 

Menurut surat dakwaan yang dibacakan oleh JPU Hadi, terdakwa sebelum ditangkap petugas kepolisian diketahui menawarkan, menjual, membeli, menerima, atau menjadi perantara dalam jual beli sabu-sabu. 

“Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” kata Jaksa Hadi, Rabu (9/6).

Kemudian Hadi meminta saksi penangkap Maskori memaparkan kronologi penangkapan terdakwa Sultoni di hadapan majelis hakim I Ketut Tirta. 

Anggota kepolisian yang bertugas di Satresnarkoba Polrestabes Surabaya itu menjelaskan, Kami 4 Februari 2021 mendapat informasi dari masyarakat adanya peredaran narkotika jenis sabu di kawasan Kejawen Gebang. 

“Saya melakukan penggerebekan di alamat yang dicurigai rumah terdakwa. Saat kami grebek kami mendapati terdakwa berada di rumah dan ditemukan bukti tuju poket sabu yang mulia,” jelas Maskori. 

Kepada Maskori, terdakwa mengaku mendapatkan sabu seberat 1 gram dari seseorang bernama Rohmat seharga Rp 1,2 juta yang kemudian dipecah menjadi sembilan bagian oleh terdakwa. “Dia mengaku menjual kembali sabu itu. Kemudian ada yang dia pakai sendiri,” imbuh Maskori. 

Kemudian hakim Ketut, melakukan pemeriksaan terhadap terdakwa. Kepada hakim, pria yang keseharian bekerja sebagai kuli bangunan itu sebenarnya sudah sejak lama menjual sabu untuk sampingan. Terdakwa juga mengaku pernah dipenjara denga kasus yang sama dan baru saja keluar penjara pada 2018 lalu. 

“Sudah pernah dihukum pak. Saya meyesal,” kata terdakwa. 

Terdakwa juga mengaku, selain sebagai penjual sabu kemasan hemat, dirinya juga pemakai. Sementara itu dari hasil penjualan sabu, Ia untung Rp 650 ribu. “Setelah laku beberapa poket, saya ditangkap pak,” imbuhnya.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper