suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Tipu Gelap Investasi Dana Haji Linda Jaya, Hakim Periksa Dedy Sebagai Saksi Terdakwa Linda Nofijani

avatar suara-publik.com
Foto: Sidang dengan terdakwa Linda Nofijani,SE, jaksa hadirkan saksi Dedy Arifiyandi diruang Candra,PN.Surabaya, secara online.
Foto: Sidang dengan terdakwa Linda Nofijani,SE, jaksa hadirkan saksi Dedy Arifiyandi diruang Candra,PN.Surabaya, secara online.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, Suara Publik - Sidang perkara tipu gelap investasi dana haji tahun 2018, dengan terdakwa Linda Nofijani,SE binti Fatich Arifin, diruang Candra,PN.Surabaya.(14/06/2021).

Dedy Arifiyandi dihadirkan di persidangan sebagai saksi, dalam kasus penipuan dana pembelian kuota haji. Terdakwanya Linda Novijani binti Fatich Arifin. 

Saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gede Willy Pramana ini merupakan saudara kandung terdakwa. Ia juga merupakan pemegang saham dan menjabat sebagai direktur di PT Linda Jaya. Perusahaan penyedia jasa travel pemberangkatan jamaah haji.

Dalam keterangannya, Dedy mengungkapkan kalau di trevel mereka sejak Mei 2018 tidak ada pendanaan untuk kuota haji. Terakhir pendanaan kuota haji terjadi pada Maret 2018. “Tidak ada transaksi apapun diatas Maret,” kata Dedy.

Uang sebesar Rp 900 juta yang diperoleh dari Rudy Tanwidjaja tidak digunakan sesuai kesepakatan. Hanya saja, ia tidak mengetahui uang tersebut dipergunakan untuk apa oleh terdakwa. “Tidak tahu Yang Mulia. Tapi, bukan untuk pendanaan kuota haji,” katanya lagi.

Diketahui, dalam dakwaan jaksa, bahwa pada tanggal 18 Mei 2018 bertempat di rumah makan KFC Mall Marvell Jl. Raya Ngagel Surabaya, bermula terdakwa Linda Nofijani,SE binti Fatich Arifin, bertemu dengan saksi Rudy Tanwidjaja.

Saat itu terdakwa menyampaikan jika PT. Linda Jaya membutuhkan tambahan modal untuk pendanaan Kuota Haji Tahun 2018 sebesar Rp. 900.000.000,-,

Terdakwa menawarkan kepada saksi Rudy Tanwidjaja untuk menjadi pemodal bagi Investasi Dana Kuota Haji Tahun 2018 tersebut dan akan diberikan keuntungan sebesar Rp. 100.000.000,-.

Sehingga total pembayaran yang akan diterima oleh saksi Rudy Tanwidjaja sebesar Rp. 1.000.000.000,-jatuh tempo selama 2 bulan yaitu pada tanggal 25 Juli 2018. 

Tanggal 22 Mei 2018 di kantor PT.Linda Jaya terdakwa Linda menyerahkan keuntungan jaminan pembayaran modal berupa cek Bank Bukopin sebesar 1 Miliar. Hingga saksi Rudi Tanwidjaja tergerak menyerahkan uangnya sebesar 900 juta. Kepada PT.Linda Jaya Tour dan Travel secara bertahap. Pada tanggal 22 Mei 2018, Rp.500 juta, Pada tanggal 23 Mei 2018, Rp.400 juta, kepada terdakwa. 

Setelah menerima uang dari saksi Rudi, terdakwa Linda tidak menggunakan uang tersebut untuk pendanaan Kuota Haji tahun 2018, namun dipergunakan untuk kepentingan pribadinya.

Pada saat jatuh tempo pencairan cek, tidak dapat dicairkan oleh saksi Rudi Tan Widjaja ditolak oleh Bank Bukopin, dengan alasan saldo direkening khusus tidak cukup.  

Akibat perbuatan terdakwa mengakibatkan saksi Rudy Tanwidjaja mengalami kerugian sebesar Rp. 900.000.000,-

Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper