suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Jual Pil Koplo ke Pengamen dan Anak Jalanan, Syaiful Hadi Dibui 14 Bulan Penjara

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Muhammad Syaiful Hadi saat mendengarkan putusan dari majelis hakim, diruang Candra PN.Surabaya, secara online.
Foto: Terdakwa Muhammad Syaiful Hadi saat mendengarkan putusan dari majelis hakim, diruang Candra PN.Surabaya, secara online.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, Suara Publik - Sidang perkara kepemilikan obat double L sebanyak 6000 butir, tanpa ijin edar, dengan terdakwa Muhammad Syaiful Hadi bin Jamali, diruang Candra PN.Surabaya, secara online.

Sidang dengan agenda pembacaan amar putusan oleh majelis hakim yang memimpin sidang, mengadili menyatakan terdakwa Syaiful Hadi secara sah melakukan tindak pidana "Dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan / atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standart dan persyaratan keamanan."

Sebagaimana dimaksud dalam pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) UU RI No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan” sebagaimana daitur dan diancam pidana dalam pasal 196 UU RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan.

"Menjatuhkan pidana penjara kepada Terdakwa selama 1 tahun dan 2 bulan, denda Rp.5.000.000,-, Subsidair 1 bulan kurungan.

Barang bukti berupa : 6 bungkus plastik berisi 6000 butir pil dobel L, dirampas untuk dimusnahkan. 1unit sepeda motor Honda Beat warna putih dikembalikan kepada terdakwa" (17/06).

Putusan hakim lebih dari tuntutan jaksa Damang Anubowo, tuntutan terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan, denda 5.000.000,-,subsider 1 bulan kurungan.

Diketahui, awalnya pada hari selasa tanggal 09 Februari 2021 sekitar pukul 22.00 Wib terdakwa Muhammad Syaiful Hadi bin Jamali menghubungi Gudir (DPO), memesan pil dobel L, disuruh mengambil di gerbang GOR 10 November. Pil koplo diambil terdakwa Syaiful sebanyak 6 bungkus, masing masing bungkus berisi 1000 butir, dengan total 6000 butir. Dibeli dengan harga 2 juta.

Terdakwa Syaiful akan menjual pil koplo tersebut kepada pengamen dan anak anak jalanan, per 1000 butir seharga 200 ribu.

Hari Rabu 10 Pebruari sekitar jam 17.00 wib, di bawah jembatan Mayangkara Wonokromo, saksi Rizal Fatah dan saksi Suripno anggota Polrestabes Surabaya, menangkap terdakwa, saat operasi kendaraan bermotor, dan tidak dapat menunjukan surat kendaraan, dilakukan penggeledahan ditemukan 6 bungkus berisi 6000 butir pil koplo, ditemukan dalam jok sepeda motor.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper