suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Ngaku Anggota Polisi, Renaldi Tipu Penjual HP di Market Place Sebesar Rp 4,4 Juta

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Renaldi Tunjung Pambudi, (28), Ababil Akbar Wicaksana, (22) dan Aldi Firmansyah, (21), menjalani sidang di ruang Cakra PN.Surabaya, secara online.
Foto: Terdakwa Renaldi Tunjung Pambudi, (28), Ababil Akbar Wicaksana, (22) dan Aldi Firmansyah, (21), menjalani sidang di ruang Cakra PN.Surabaya, secara online.
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, Suara Publik - Tiga pemuda asal Bubutan, Surabaya nyaru sebagai polisi ketika membeli handphone melalui transaksi online. Mereka adalah Renaldi Tunjung Pambudi, 28, Ababil Akbar Wicaksana, 22, dan Aldi Firmansyah, 21, menjalani sidang di ruang Cakra PN.Surabaya,secara online.

Dalam agenda pemeriksaan terdakwa, ketiga terdakwa mendapatkan pertanyaan dari Jaksa,Penasihat hukum terdakwa dan pertanyaan dari majelis hakim, Rabu (28/07/2021).

Terdakwa Renaldi gunakan akun palsu di Facebook dengan nama profil Fajar Dwi Bagus yang mengaku sebagai anggota polisi.

Terdakwa Renaldi membeli HP merk Oppo yang postingan nya milik saksi korban Yono Sumarsono di marketplace, yang dijual oleh Yono seharga Rp 4,4 juta.

Terdakwa melanjutkan aksinya dengan meminta nomer korban untuk transaksi dan komunikasi lewat WhatsApp.

Terdakwa Renaldi mengirim bukti transfer BCA, namun struk yang difoto bukan aslinya namun diedit, atas nama Bagus Setiawan,SH, menggunakan aplikasi Picsay Pro di Google.

Bukti transfer palsu dikirimkan yang disandingkan dengan kartu anggota Polri lewat WA,membuat Yono percaya. Sepakat dan mengirim hp tersebut ke alamat Jalan Kranggan Gang 6 Kota Surabaya, menggunakan jasa ojek online, yang diterima oleh terdakwa Ababil dan terdakwa Aldi.

Terdakwa ababil dan Aldi menjual HP tersebut seharga 4 juta. Sementara terdakwa Renaldi tidak pernah mentransfer pembayaran kepada saksi korban Yono. Sehingga korban Yono merugi sebesar Rp 4,4 juta.

" Berapa kamu berikan uang ke Ababil dan Aldi dari penjualan HP itu, " tanya hakim.

" Saya berikan 750 ribu, ababil 350 ribu, Aldi 350 ribu yang mulia," ucap Renaldi.

" Waktu HP diterima temanmu lewat ojol, apa kamu bilang itu HP hasil kejahatan," tanya hakim lagi.

" Tidak yang mulia, saya katakan itu HP saya sendiri," ujar Renaldi.

" Kenapa tidak kamu sendiri yang menjual, kok menyuruh dua temanmu itu menerima, dan menjual," tanya hakim.

" Biasa pak, karena teman dan juga mereka tetangga saya," ucap Renaldi lagi.

Sidang akan dilanjutkan Senin 02 Agustus, dengan agenda penuntutan olehJaksa Penuntut Umum (JPU) Dewi Kusumawati, Sidang ditutup dengan ketokan palu hakim.

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper