suara-publik.com skyscraper
suara-publik.com skyscraper

Keroyok Penghina Perguruan Silat Nya, Haudi Dituntut 2 Tahun Penjara

avatar suara-publik.com
Foto: Terdakwa Hudi, menjalani sidang di ruang Cakra PN.Surabaya, secara online.Selasa (03/08/2021).
Foto: Terdakwa Hudi, menjalani sidang di ruang Cakra PN.Surabaya, secara online.Selasa (03/08/2021).
suara-publik.com leaderboard

Surabaya, Suara Publik - Sidang perkara pengeroyokan penganiayaan terhadap korbannya Lingga Danu Tirta di jalan Kebraon gang V, Karangpilang Surabaya, sehingga terdakwa Haudi alias Hudi bin Rokim diadili di persidangan ruang Cakra, PN Surabaya, secara online, Selasa (03/08/2021).

Jaksa Samsu membacakan tuntutan terhadap terdakwa Haudi, yang terbukti melakukan tindak pidana Pengeroyokan sehingga mengakibatkan korban luka berat.

Menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun, dikurangkan seluruhnya selama dalam tahanan, dsn tetap dalam tahanan.

Sidang akan dilanjutkan hari Senin tanggal 19 Agustus 2021, dengan agenda putusan hakim.

Diketahui, awal kejadian pengeroyokan. Pada Sabtu 3 April 2021, saksi Lely (17), melihat postingan story Whatsapp saksi korban Lingga. 

Pada postingan tersebut, Lingga memfoto sebuah kaos yang merupakan milik teman Lely dengan ditambahi kata-kata ‘anti garangan’. 

Setelah mengetahui postingan tersebut, Lely menganggap Lingga telah menjelek-jelekan perguruan silat Pagar Nusa, sehingga Lely menyebarkan postingan Lingga ke teman-temannya, termasuk terdakwa Ahmad Antoni dan terdakwa Nugroho ( berkas terpisah).

Selanjutnya Ahmad dan Nugroho mengajak Lely untuk menyusun rencana balas dendam, kedua terdakwa sepakat menjadikan Lely sebagai umpan.

untuk memancing korban Lingga, Lely meminta Lingga untuk diantarkan pulang. Namun dalam perjalanan tepatnya di depan Jalan Raya Mastrip Karangpilang kolega terdakwa Haudi alias Hudi, yakni Antoni, dan Nugroho menghadang laju kendaraan korban Lingga.

Selanjutnya Antoni dan Nugroho menendang Lingga yang saat itu masih berada diatas motornya. 

Melihat kondisi Lingga tak sadarkan diri,dikira para pelaku korban sudah meninggal.(Sam)

Editor : Redaksi

suara-publik.com skyscraper